Le Lion De Chanel, antara Kekuatan dan Keanggunan Seekor Singa

A scent of gentle strength.

 

Singa memiliki signifikansi spesial untuk rumah mode Chanel. Lahir pada tanggal 19 Agustus 1883, Gabrielle Chanel memiliki bintang Leo sebagai zodiaknya. Chanel selalu menganggap seekor singa sebagai source of luck, simbol kekuatan, dan pembaruan. Some time after the untimely passing of her lover Boy Capel, Chanel embarked on a life-changing trip to Venice, where the lion reigns as the guardian of the city. Di sana, Chanel menemukan permulaan yang baru dalam hidupnya di antara keindahan seni Byzantium yang menampilkan kontras budaya timur dan barat. Simbol singa kemudian ia hadirkan sebagai penjaga apartemennya di 31 Rue Cambon dalam rupa patung-patung. Singa ialah ikon pribadi Chanel yang teguh dan mandiri. 

Setelah menghiasi tweed suit, perhiasan, dan tas-tas, lambang singa kini memasuki koleksi Les Exclusifs De Chanel sebagai wewangian Le Lion De Chanel. Untuk wewangian ini, Perfumer-Creator for House of Chanel, Olivier Polge, merancang sebuah wewangian berdasarkan pemaknaan simbol singa dari rumah mode Chanel. “I was much more interested in the emblematic Chanel lion than the animal,” ujar Polge. Berangkat dari sikap ini, Polge mengkreasikan sebuah wewangian oriental yang memancarkan kekuatan dengan elegan. A scent that is majestic yet warm, refined yet resolute. 

Lapisan awal dari wewangian berwarna emas ini ialah aroma lemon dan bergamot yang kemudian merekah ke elemen orientalnya. Kehangatan amber accord selanjutnya berpadu aroma cistus labdanum yang penuh semangat. Sapuan wangi vanilla Madagaskar memeluk rough edges dari wewangian ini, memberikannya kelembutan yang melebur dengan kulit. Kemudian notes dari sandalwood dan patchouli memberikan karakter kuat dan elegan, bak seekor singa yang menunjukkan kekuasaannya dengan elegan tanpa harus mengaum.