Label Busana Boru Meluncur dengan Mengangkat Kultur Toba

Traditional touch in modern style.

 

Upaya untuk mengangkat kekayaan kultur tradisional Indonesia dengan menempatkannya dalam kerangka kreatif nan relevan zaman merupakan langkah bernilai yang patut diapresiasi. Baru-baru ini sebuah label busana baru bernama Boru meluncur dengan ciri khas sentuhan tenun Batak.

Dalam acara peluncuran secara virtual yang dihadiri oleh stylist Ajeng Svastiari, Kerri na Basaria selaku founder dari label kelahiran Desember 2020 ini menjelaskan bahwa motif-motif ulos yang dimanfaatkan atau dirujuk sebagai aksen kreasi-kreasi Boru bukanlah yang bersifat sakral. Ia berharap labelnya bisa turut berkontribusi dalam pelestarian kultur budaya daerah Indonesia, sekaligus membantu kesejahteraan para pengrajin tenun.

Dalam menciptakan pieces di koleksinya, Boru bekerjasama dengan para pengrajin dan UMKM di beberapa daerah di Sumatera Utara. Tenun itu kemudian menjadi bagiana dari sebuah kreasi busana dengan bahan yang terbuat dari benang katun dan pewarna alami. Pada koleksi perdananya, Boru mengangkat budaya Batak Toba, yakni motif ulos, yang kemudian dipadu dengan corak baru dan modernisasi visual tanpa menghapus unsur budaya tersebut.

Hadir dengan nama ‘Sindar’ yang berarti ‘sinar’, koleksi pertama Boru mencakup pakaian serta aksesori. Motif-motif yang dipakai dalam koleksi ini melambangkan 3 elemen penting dalam budaya Batak, yaitu sinar, harapan, dan rumah. Pola pada kain tenun yang dipakai terinspirasi dari konsep Mataniari yang berarti penghidupan dan Gorga siTagan yang bermakna saling menolong.

Sindar terdiri dari rangkaian busana indoor, outdoor, dan busana khusus untuk perempuan. Memadukan warna cokelat dan biru, koleksi ready-to-wear yang ditujukan khusus bagi perempuan maupun yang bersifat unisex tersebut hadir dalam nuansa kasual sehingga cocok dipakai dalam keseharian. Di wilayah aksesori tersedia masker, pouch, stationery pouch, gym bag, pillow cover, juga hand sanitizer.