Twilight’s calling.
Hermès Autumn/Winter 2026 mengambil momen senja sebagai ekspresi kepercayaan diri yang elegan. Untuk musim ini, Nadège Vanhée membayangkan seorang perempuan enigmatis yang menentukan narasi kisahnya sendiri. Di sebuah “liminal realm” di antara siang dan malam, sebuah dunia penuh kesempatan telah terbuka. This is the captivating modern vision of femininity according to Hermès, glowing in quiet confidence.
Palet koleksi ini memetik inspirasi dari langit pada saat matahari terbenam dan bulan mulai naik. Warna burgundy, biru malam, kuning bulan purnama, coklat hangat, dan abu-abu gelap bersinar dalam pakaian yang berevolusi dengan konstan. Konsep chiaroscuro dieksplorasi menjadi dialog antara cahaya dan bayangan dalam kreasi-kreasi Vanhée, baik dalam pilihan warna maupun permainan tekstur. Contohnya, pada sebuah tailored suit yang tampil berkilau di atas blouse satin berwarna biru langit.
Fluid yet structured, the collection is defined by precise tailoring and understated sensuality. Siluetnya clean dan tegas, memancarkan sisi feminin yang powerful. Sentuhan equestrian sang Maison dapat Anda amati pada celana jodhpur yang memudahkan gerakan. Pemilihan material dan keahlian craftsmanship juga berperan penting dalam konstruksi setiap kreasi, seperti pada patinated leather yang memiliki kedalaman yang karismatik, solaro knit yang berubah warna di bawah cahaya, serta silk twill yang menangkap refleksi lembut.
Koleksi Autumn/Winter 2026 ini juga menyimpan pesan tentang female agency dan bagaimana seorang perempuan dapat menentukan takdirnya. Shearling collars dapat dilepas atau dipasang pada jubah dan jaket. Pakaian-pakaian dari koleksi ini dirancang dengan kantung dan zipper, dan secara alami, zipper tersebut dapat di-adjust dengan bebas. Tak hanya di bagian depan sebuah leather coat, tetapi juga pada area di antara torso dan pinggul, memberikan kesempatan untuk “menunjukkan” sesuai kehendak sang pemakai. “You can conceal and be absolutely sexy,” ujar Vanhée. “It’s about revealing and concealing.”