Koleksi Adeline Esther Sampaikan Koneksi Emosi

About the realm of gods and goddesses.

 

Imajinasi Adeline Esther akan keindahan alam merujuk pada sebuah padang bernama Elysium yang diyakini oleh masyarakat Yunani kuno sebagai tempat dewa dan dewi berlindung dalam nuansa damai dan tentram. Nuansa peaceful itu ia tuangkan fashion show perdananya yang berlokasi di Hotel Alila SCBD Jakarta. Bertajuk “Elysian”, koleksinya penuh instrikasi dalam sentuhan warna lembut dan feminin.

Adeline menjelaskan bagaimana sejak kecil ia begitu tertarik akan dunia fashion. Kala itu, ia gemar mendandani Barbie miliknya dengan busana kreasi sendiri. Proses mendesain tersebut menurutnya menciptakan sebuah koneksi emosi. Aspek emosional ini yang ia upayakan hadir pada koleksinya. “Saya ingin orang-orang merasa cantik dan gembira saat mengenakan koleksi saya karena tujuan saya menekuni fashion adalah menyebarkan kebahagiaan lewat seni,” ungkap sang desainer.

Interpretasi alam dewa-dewi Adeline hadir pada berbagai elemen. Representasi keindahan taman surgawi didominasi motif floral yang hadir dalam rupa print, embroidery, maupun applique pada kreasi evening dress. Model Laras Sekar memperagakan jacquard maxi dress dengan kombinasi motif peony hingga rose yang glamor dan feminin. Adapula motif bunga hibiscus bernuansa summery yang mendapat sentuhan kilau dari material satin emas berbentuk bunga.

Elemen air dan awan turut mendapat interpretasi tersendiri di imajinasi Adeline. Ia menggambarkannya dengan palet putih nan pure, namun mendapat sentuhan feminin dari aksen frills juga ruffle pada kreasi plunging neckline dress. Nuansa tersebut hadir serupa lewat kreasi cape dress menjuntai dan transparent dress warna light blue aksen draped yang dramatis. “Kadang pendekatan saya sederhana, tapi kadang bisa sangat artistik. Semua tergantung kepada emosi yang saya rasakan dan juga visi saya sebagai desainer,” tutur Adeline.