Screened at a joyful afternoon tea gathering.
“Sudah waktunya kita berdikari, dengan karya kita sendiri”, demikian penggalan orasi Maudy Ayunda dalam film pendek #KitaBerkebaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation. Rilis sebagai bentuk perayaan Hari Kebaya Nasional yang jatuh setiap 24 Juli, film ini menyorot bagaimana kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa perlu untuk tetap lestari.
Lebih dalam lagi, lestari yang dimaksud bukanlah sekadar tersimpan dalam lemari pakaian – dan hanya untuk dikenakan pada kesempatan tertentu – namun, menjadi bagian integral dari kesinambungan gaya hidup di era modern. Secara verbal dan visual, karya sinematografi garapan sutradara Bramsky tersebut melawan ide akan ribet dan usangnya berkebaya. Tak hanya itu, lewat kelestarian kebaya, diharapkan dunia mode Indonesia dan signifikansi bisnisnya bisa jadi lebih berdaya, sebagaimana yang terungkap dalam film berdurasi 14 menit tersebut. “Terus hidup dan bisa menghidupi”, ungkap Renita Sari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation saat konferensi pers.

Menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Kebaya Nasional, Budaya Djarum Foundation berkolaborasi dengan The Editors Club menyelenggarakan sebuah afternoon Soirée di Le Nusa. Sebanyak 40 figur perempuan Indonesia lintas bidang berkumpul dalam balutan kebaya untuk merayakan momen Hari Kebaya Nasional. Beberapa tamu di antaranya adalah Tara Basro dan Eva Celia yang merupakan pemain di film #KitaBerkebaya, Intan Ayu, Patricia Gouw, Alika Islamadina, Laksmi De Neefe, Frederika Cull, serta Amanda dan Janna Soekasah. Lantunan lagu-lagu dalam gaya retro dari Louise Monique mengiring kehangatan momen ini dari awal hingga akhir.

Dibuka oleh Editor-in-Chief Hessy Aurelia dan dipandu MC Caroline Soerachmat, acara dengan suguhan kudapan-kudapan sore Le Nusa ini semarak dengan sesi menonton #KitaBerkebaya, dan dilanjutkan dengan brooch making bersama Aidan & Ice, serta styling presentation oleh Hagai Pakan. Tetamu yang hadir pun turut menikmati pameran kebaya dengan ragam jenisnya. Excitement para undangan yang hadir termanifestasi ke dalam konten-konten media sosial masing-masing. Kegiatan ini diharapkan mampu merawat semangat segenap pihak untuk melestarikan budaya bangsa, khususnya kebaya.

Hari Kebaya Nasional Sendiri ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2023. Pada tahun lalu, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan debut film pendek bersama Bramsky dengan Dian Sastrowardoyo sebagai bintang utama. Di film kali ini, sebanyak 250 perempuan terlibat dalam proses produksinya. Mereka berasal dari berbagai komunitas, seperti Kebaya Menari, Abang None Jakarta, Putra Putri Batik, Lestari Ayu Bulan dari Bali, hingga para peserta program Intensif Musikal Budaya dari berbagai daerah.

Dirilis di Youtube Indonesia Kaya sejak 24 Juli 2025, #KitaBerkebaya menampilkan sejumlah nama besar di dunia seni dan hiburan tanah air. Selain Maudy Ayunda, ada pula Maudy Koesnaedi, Raihanun, Titi Radjo Padmaja, juga Andien. Dian Sastrowardoyo kini menjadi cameo jelang akhir film. Dengan film tersebut, Bakti Budaya Djarum Foundation ingin membangkitkan kesadaran kolektif bahwa mengenakan kebaya berarti mengekspresikan keberanian dalam merawat tradisi dan merayakan identitas dengan percaya diri di tengah perubahan zaman.

“Melalui #KitaBerkebaya, kami ingin kembali mengingatkan bahwa kebaya merupakan identitas bangsa yang mempersatukan segala kelas sosial dan lintas batas wilayah yang tersebar di seluruh Nusantara dengan berbagai variasi,” pungkas Renitasari Adrian.