Inspired by hydraulic jack.
Umumnya gagang pintu model lever – yang mensyaratkan gerakan tekan ke bawah untuk membuka – didesain dengan formula letter ‘L’ standar, di mana siku gagang membentuk sudut 90 derajat dalam arah horizontal. Pada zona gripping-lah biasanya variasi estetik diterapkan. Desainer interior Eko Priharseno meninggalkan “norma” rancang yang lazim itu. Di tangannya, siku gagang justru menjadi focal point dari manuver estetis. Ia tekuk sedikit siku tersebut ke arah vertikal atas, kemudian hadirlah area genggam horizontal dalam geometri trapesium. Simply said, that makes Jakku a designer-quality door handle.
“Desain aslinya lebih panjang tapi oleh Elmes dipendekkan sedikit,” ucap Eko Priharseno mengenai proses kolaborasinya dengan brand prestisius asal Jepang di naungan Union Corporation tersebut. Mendefinisikan identitasnya sebagai artware, Union sudah fokus di bidang perpintuan sejak berdiri pada tahun 1958 hingga mengembangkan pasarnya ke mancanegara sampai saat ini. Dengan expertise yang dimiliki sang company, evaluasi dilakukan pada 3 prototipe dari desain Eko Priharseno dan mengerecut pada rancangan terpilih beracuan konsep jungkit atau jack – hence the name Jakku.
Lever handle yang soft-launching-nya telah lebih dahulu dilakukan pada tahun lalu menjadi titik temu antara inspirasi dongkrak hidrolik, yang bagi sang desainer punya konteks signifikan pada kehidupan masyarakat Indonesia, dan estetika minimalis Jepang. Secara aspek mekanis, prinsip jungkit yang sudah digunakan peradaban manusia sejak lampau ini memungkinkan beban secara maksimal ditanggung dengan keluaran energi minimum. Gagang pintu nan elegan ini diproduksi di prefektur Tokushima dan melewati proses anodizing dan sandblasting di Jepang. Material aluminium yang digunakan pun punya ketahanan kuat untuk dipakai dalam jangka waktu panjang.
Terdapat 5 varian dari Jakku, yakni Black, Gold, Umber, Gold/Black, dan Umber Black. Lever handle ini sudah kompatibel dengan kunci manual maupun digital. Ini merupakan kali pertama bagi Eko Priharseno mendesain hardware. Salah satu alasan di balik keinginannya merancang gagang pintu adalah ketidakpuasan akan kualitas lever handle yang selama ini ia temui. Bak gayung bersambut, ide yang sudah diobrolkan dengan Swamitra Dermawan selaku Direktur Habitus Concept itu dapat teraktualisasi melalui relasi peritel interior itu dengan Union Elmes. Proses kerja sama yang berlangsung saat pandemi dengan berbagai tantangan akhirnya berbuah Jakku.
Setelah diluncurkan untuk pasar Indonesia, level handle Jakku juga direncanakan untuk dijajakan ke berbagai negara. Produk karya Principal of Aedi Design Bureau itu akan turut unjuk gigi di ajang World Expo Osaka Kansai pada April hingga Oktober 2025.