Interpretasi Baru Siluet Ikonis Lanvin di Koleksi Spring/Summer 2021

Infused with Chinese cultural influence. 

 

Jeanne Lanvin mendirikan rumah modenya pada tahun 1889. Karakter kreasi-kreasinya yang dinamis dan optimistis merekah di masa-masa setelah Perang Dunia pertama dan pada masa keemasan gerakan seni Art Deco, bagaikan sebuah respon kebangkitan setelah periode yang berat. That sounds a little like the global crisis we are currently facing. Pertanyaannya adalah, apakah kita juga dapat menemukan keindahan di ujung masa sulit? Koleksi Lanvin untuk musim Spring/Summer 2021 memproyeksi impian tersebut. 

Yu Garden di Shanghai dipilih menjadi panggung dari pagelaran koleksi musim ini. Sebuah taman yang dibangun pada tahun 1559 dan tetap berdiri di tengah kemodernan kota metropolis. The choice of location fits the core idea of this presentation: using the past to invent a future. Bruno Sialelli mengambil desain-desain khas Jeanne Lanvin, seperti siluet robe de style, sebagai basis kreasi-kreasinya untuk koleksi Spring/Summer 2021. Interpretasi siluet tersebut diterapkan pada tailoring, dress, hingga jubah-jubah lembut. Inspirasi detil-detil lain seperti aksen pita tiga dimensi serta sulaman grafis dua dimensi (dari tenunan atau dari print) juga berasal dari perjalanan dan kreasi hidup Jeanne Lanvin. 

Pada kreasi-kreasi yang bersifat lembut, elegan, dan optimis ini, kata kunci lain yang dipakai adalah ‘youthful’. Hal ini  terpancar pada sepatu balerina dengan detail manis pada haknya yang mengingatkan kepada botol parfum Arpège sang maison. Pengaruh budaya Cina dalam seni dan busana tahun 1920’an juga merupakan inspirasi fundamental dari koleksi ini. Siluet streamlined dan sensual ala Art Deco, seperti pada ilustrasi karya Georges Lepape, memeluk lekukan badan para model. Budaya Cina dan Prancis bertemu di titik ketertarikan keduanya terhadap luxury dan keunikan.

Sederet gaun mereferensi desain interior Armand Albert Rateau yang kemudian dihias oleh desain ikan merah dan emas yang merupakan simbol kemakmuran dan keberuntungan. Speaking of gold, its spectrum finds itself shining in shades of blonde, rose, and ocher, as well as lamé and leather textures. Untuk aksesorisnya, terdapat pendekatan yang lebih dekoratif: tas minaudière bagaikan akuarium yang di-lacquer dengan ikan tembaga, atau tas mungil serta bijoux dengan hiasan tassel dan rantai emas. 

Melalui presentasi indah ini, Lanvin menunjukkan bahwa untuk melihat ke ke depan, kita harus melihat kembali jalan yang telah kita lewati hingga sekarang. Bisa jadi, kita menemukan hal-hal berharga di perjalanan kilas balik tersebut.