A refined perspective.
Berbuka di Arts Café, Raffles Jakarta, tak hanya akan membawa Anda pada ragam pilihan menu buffet. Kekhasan yang bisa dijumpai di sini adalah show kitchen yang memungkinkan Anda untuk memesan menu-menu pilihan tanpa batasan. Selama periode Ramadan, show kitchen Arts Café menyajikan ragam kreasi kuliner yang berganti tiap sepuluh hari.
Hidangan-hidangan show kitchen di Arts Café karya Chef Theo Setyo menyuguhkan ragam rasa Nusantara yang dikemas dalam interpretasi kontemporer nan refined. We’ve tried ourselves and they don’t disappoint. Untuk setiap jenis masakan yang disajikan, Chef Theo mampu mempertahankan jejak profil rasa dasar sebuah menu tradisional walau kemudian ia melangkah ke dalam interpretasi kontemporer.
Usai sebuah kolak pisang berkuah light namun tetap aromatik dan tasteful disantap sebagai takjil, datang Sambal Remis yang gurih beraroma shrimp paste. Remis sendiri sesungguhnya merupakan jenis kerang corbicula yang jamak diolah oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi pada menu tersebut, bahan utamanya disubstitusi dengan scallop sehingga membawa paduan tekstur sleek dan soft pada daging lebih tebal yang mengimbangi dominasi palet sambal terasinya.
Selanjutnya terhidang Daging Sapi Rembiga dengan bahan utama striploin yang diolah menggunakan oven Josper. Ide dasar menu ini adalah sate Rembiga dari daerah Lombok. Cita rasa dari khasanah kuliner NTB itu hadir lewat saus terpisah yang ditemani dengan bayam amaranth. Menyusul setelahnya adalah pindang fillet barramundi berpadanan saus gulai yang cenderung creamy dan beraksen minyak kemangi. This is one of our favourites where the flakiness and smokiness go in harmony with the savoury sauce.
Pada menu sapi balado, Chef Theo memarinasi striploin dengan bawang putih, bawang merah, dan kemiri untuk kemudian dipanggang. Cita rasa baladonya diberikan dalam bentuk mash potato dan kentang serut crispy sebagai teman dari beef jus. Contemporary treatment semacam ini juga diterapkan terhadap Josper-grilled striploin berpadanan kluwek nuts infused beef jus dan perkedel pada menu sapi konro. Tak kalah surprising ialah kreasi donat cakalang yang terinspirasi dari panada Manado. Dough-nya dibuat lebih berongga dengan tekstur yang soft and fluffy, kontras dengan sensasi pedas dan smoky dari filling cakalang asap dan sambal roa.
Penutup manis di bagian akhir adalah bolu sarang semut yang dipasangkan dengan es krim espresso dan vla. Dalam menyantap menu-menu ini di Arts Café, Anda akan ditemani dengan performance instrument tradisional Indonesia. Selain di sini, Anda pun dapat menikmati santap berbuka puasa di The Dining Room pada 11-15 Maret yang menyuguhkan modern Indonesian flavours kolaborasi antara Chef Theo Setyo dan Chef Patrick Ramon. Sementara itu di The Writers Bar tersedia Raffles Takjil yang menyajikan kudapan-kudapan Tanah Air berserta pilihan main course dan dessert. Untuk hantaran, Raffles Jakarta bekerja sama dengan desainer Didiet Maulana melalui labelnya IKAT Indonesia dalam menghadirkan hampers istimewa.