Hyatt Gandeng Chef Sergio Hadirkan Le Pristine Pertama di Asia

It’s located in Tokyo.

 

Chef asal Belanda, Sergio Herman, adalah sosok yang berhasil menghantarkan bintang Michelin kepada Oud Sluis sejak tahun 2005. Uniknya, ia justru menutup restoran milik keluarganya itu pada tahun 2013 saat reputasinya sedang mencapai puncak. Pada tahun ini, ia pun harus menelan kenyataan bahwa dua restonya, Pure C dan AlRepublic, kehilangan status bintang Michelin (dan kini restoran itu beralih kepemilikan kepada Strandhotel).

Akan tetapi, hal itu tak menyurutkan passion Chef Sergio di dunia kuliner. Kini ia bekerjasama dengan Hyatt merilis resto Le Pristine Tokyo. Momen ini menjadi tonggak pertama bagi Sergio di Asia. Di tempat tersebut, ia akan mempersembahkan hidangan Eropa kontemporer bersentuhan kosmopolitan, mengeksplorasi bahan-bahan premium dari Zeeland, Belanda, dan kekayaan rasa bahan musiman Jepang. Zeeland adalah wilayah farming terbesar di Belanda dan juga terkenal dengan bahan-bahan crustaceans.

Menempati lokasi yang prestisius di Toranomon Hills Station Tower, bagian integral dari kompleks Hotel Toranomon Hills yang baru, Le Pristine Tokyo bertujuan untuk memperkaya lansekap kuliner kota ini dan memberikan pengalaman makan eksklusif kepada para pengunjung. Sang chef bertanggung jawab atas seluruh aspek makanan dan minuman yang mencakup layanan sarapan hingga in-room dining.

Restoran Le Pristine pertama hadir di Antwerp, Belgia, pada tahun 2020 dan mendapat bintang Michelin sejak tahun pertamanya beroperasi. Interior resto tersebut didesain oleh Space Copenhagen dari Denmark. Firma desain itu pula yang merancang Le Pristine Tokyo. Ruangan resto juga didekorasi dengan karya-karya seniman Belanda, seperti Maarten Baas, Rinus van de Velde, juga Rotganzen. Makanan-makanan pada restoran ini akan disajikan di INKU tableware dari Serax yang juga dikreasikan oleh Chef Sergio.