Hugo Boss Berinvestasi pada Benang Ramah Lingkungan

On the way to green suits.

 

Tingkat kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan telah banyak disadari oleh berbagai pihak, termasuk pemain industri mode. Hal ini menciptakan dorongan untuk berinovasi dan mengambil langkah-langkah guna menjadi bisnis lebih ramah lingkungan. Salah satunya langkah baru diambil oleh fashion brand asal Jerman, Hugo Boss. Label ini mengalokasikan dana untuk menggunakan benang ramah lingkungan buatan perusahaah HeiQ asal Swiss.

Benang bernama AeoniQ ini bersifat menghancurkan karbon dan dapat didaurulang. Proses pembuatannya pun hampir zero-waste dan zero-emissions. Hugo Boss mengkonfirmasi rencana untuk menginvestasikan 5 juta dollar kepada HeiQ subsidiary yang membuat benang AeoniQ, dan akan melanjutkan investasi sebesar 4 juta dolar sesuai dengan performa yang dicapai. Ini merupakan bagian dari program 5 tahun yang dicanangkan CEO Daniel Grieder yang diumumkan pada musim panas lalu.

‚ÄúOur exciting partnership with HeiQ represents yet another important milestone on our journey toward becoming the leading, premium tech-driven fashion platform worldwide,‚ÄĚ ucap Grieder, seperti dilansir dari halaman WWD. AeoniQ didesain untuk menggantikan benang dari oil-based filament¬†seperti polyester¬†dan nylon yang mengkonstitusi 60% tekstil tahunan. Menurut HeiQ, setiap ton polyester¬†dan¬†nylon¬†yang disubstitusi oleh AeoniQ berkontribusi pada pengurangan 5 ton CO2.

Hugo Boss memiliki ambisi yang cukup besar dalam sustainability target. Selain berinvestasi pada penciptaan material ramah lingkungan, brand ini juga menargetkan climate neutrality pada tahun 2030. Tak hanya itu, label ini pun menekankan upaya untuk membangun circular business model.