The cheerful spirit of the serpent.
Chinese New Year identik dengan suasana meriah dan penuh keceriaan. Untuk suguhan di momen spesial, cognac Hennessy bisa menjadi pilihan tepat. Terlebih brand tersebut menghadirkan seri khusus Year of Snake. Botol dan kemasan dari Hennessy V.S.O.P, X.O, dan Paradis dibuat dengan kolaborasi bersama Chinese designer Shuting Qiu.
Shuting Qiu, yang merupakan semifinalis LVMH Prize 2021, menginjeksi karakter desain modenya kepada siluet kemasan dan botol Hennessy. Pada grafis kemasan yang juga dihadirkan di botol V.S.O.P dan X.O, rupa ular tampil dinamis dengan sekelilingnya adalah flora vibran dominasi warna merah berseling biru, kuning, dan putih. Untuk V.S.O.P terdapat rujukan elemen Hawaii, sedangkan untuk X.O rupa ular dibuat timbul.
Sementara itu, botol Paradis dengan merah monokromatik hadir berhias liukan sang hewan yang sisiknya mereferensi brocade Tiongkok kuno. Kain jacquard Tiongkok lawas dan motif bordir turun-temurun dalam khasanah mode Hangzhou daerah asalnya memang menjadi inspirasinya dalam proyek kolaborasi ini.
“Hennessy has a long-lasting connection with Chinese culture, grounded in 164 years of shared history, also made of rich artistical collaboration. And it is a great pleasure to welcome Shuting Qiu to embody the spirit with which we usher Chinese New Year festivities,” ucap Laurent Boillot, CEO Hennessy.
Jalinan relasi Hennessy dan Negeri Tirai Bambu telah berlangsung sejak tahun 1859. Saat itu, Hennessy sudah menjangkau berbagai negara lainnya karena pertumbuhan yang pesat. Salah satu produk ternamanya adalah V.S.O.P yang lahir atas permintaan Prince of Wales (di kemudian hari menjadi King George IV). Kreasi dari Jean Fillioux ini (Master Blender original Hennessy) hadir dengan warna lebih light dan rasa mild. Hennessy V.S.O.P menjadi satu tonggak sejarah brand tersebut sejak didirikan oleh Richard Hennessy pada tahun 1765.
Richard Hennessy adalah seorang pebisnis juga military officer asal Irlandia. Karena pergolakan politik, ia akhirnya bermukim di Prancis dan menjadi bagian militer King Louis XV. Di sanalah cerita eaux-de-vie Hennessy dimulai hingga berkembang turun-temurun. Pada tahun 1870, Maurice Hennessy yang merupakan generasi keempat keluarga tersebut menginisiasi lahirnya X.O dan turut menjadi signature label tersebut. Botol khasnya yang dipakai hingga kini merupakan bentuk terbalik dari kluster anggur ciptaan great-grandson Maurice Hennessy pada tahun 1947.
Hennessy X.O hadir dengan elegansi warna yang lebih pekat. Begitupun dengan sensasi rasanya yang lebih intens. The Editors Club menikmati minuman dengan hint rasa cokelat ini dalam sebuah jamuan makan istimewa bersama dengan Global Ambassador Maurice Hennesy, generasi ke-8 keluarga sang cognac. “I think you feel responsible especially when you work in the cognac business, that you are carrying a name and also a brand name, so you try not to be too outrageous. However, it is a name that people notice. This is true that you can’t hide,” ujarnya sambil sedikit berkelakar mengenai bagaimana ia menyandang nama Hennessy dan memainkan perannya.
Sesi intimate lunch saat itu berlanjut ke pop-up Red & White di mal Central Park di mana display Hennessy x Shuting Qiu berada. Dalam penyajian cognac di saat istimewa bersama orang-orang tersayang, ada banyak ragam cara yang bisa dipilih. Anda bisa menyajikannya dengan atau tanpa es ataupun menjadikannya sebagai campuran koktail. Hennessy sendiri sudah mempersiapkan sebuah resep koktail khusus untuk Anda coba praktikkan. Koktail The Snake dikomposisi oleh campuran 45ml Hennessy V.S.O.P, 20ml honey syrup, 30ml air perasan jahe, 15ml air perasan lemon, dan 2 tetes ginger bitters. Pour it into the rock glasses with lemon twist garnish and you’re ready to say: 新年快乐.