Gucci’s Artful Conduct on Acqua di Fiori Project

By Madelaine Angelina

Sebuah social media project dari Gucci menggabungkan fantasi para seniman-seniman wanita melalui analogi parfum Gucci Bloom Acqua di Fiori.

Dikemas dalam botol merah muda berhias motif herbarium hijau (representasi dari bunga galbanum hijau dan kuncup cassis), Gucci Bloom Acqua di Fiori adalah wewangian yang merayakan fase coming-of-age seorang gadis. Dengan narasi Bildungsroman sebagai konsep dasar, 15 seniman dari berbagai penjuru dunia menciptakan karya-karya yang secara kolektif membentuk sebuah digital campaign untuk Gucci.

Karya-karya yang termasuk dalam proyek ini mencakup puisi-puisi hingga ilustrasi. Phoebe Collings-James memilih chrysalis sebagai simbol bagaimana seorang gadis bermetamorfosis menjadi wanita. Langley Fox Hemingway menggambar serangkaian ilustrasi lembut dengan kuntuman bunga sebagai subjeknya. Frances Cannon memvisualisasikan seorang wanita yang berkembang bersama alam. Emma Allegretti menceritakan sebuah heroine yang bereksperimen di dalam laboratori untuk bertumbuh. Ilustrasi abstrak berhias tulisan-tulisan reflektif merupakan persembahan dari Joy Miessi. Last but not least, sekumpulan wanita yang sedang mencari jati diri mereka masing-masing kreasi Joana Avillez.

Secara keseluruhan, proyek Gucci ini memberikan sentuhan baru yang kreatif dalam presentasi campaign sebuah perfume. Karya beberapa seniman tersebut merupakan gerakan yang tak terduga serta memberi kesegaran dalam mengemas sebuah cerita di balik produk luxury.