A festival of feminine perspective.
Rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 1996, Festival Sinema Prancis terus menambah khasanah penikmat film tentang karya-karya sinematik dari negri Menara Eiffel. Kini berlangsung hingga 6 Desember, perhelatan tersebut menyajikan lebih dari 30 film yang akan diputar di 13 kota di Indonesia. Selain Jakarta, event selama 15 hari ini berlangsung pula di Medan, Lampung, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Makasar, Kendari, dan Ambon. Jangkauan festival ini pun semakin luas berkat suguhan format digital bekerja sama dengan KlikFilm. Ragam genre dari drama, laga, komedi, dokumenter, hingga animasi dapat dinikmati secara maksimal berkat teks terjemahan bahasa Indonesia maupun Inggris.
Dalam pembukaan acara yang berlangsung di Djakarta Theatre beberapa waktu lalu, para tamu undangan VIP menikmati tontonan karya sutradara Alexandre de La Patellière dan Matthieu Delaporte yang berjudul “Le Comte de Monte-Cristo” (2024) sebagai adaptasi dari novel besutan Alexandre Dumas dari tahun 1844. Pada sesi cocktail reception yang berlangsung setelahnya, Duta Besar Fabien Penone menyebut bahwa tema kali ini yang menaungi kurasi film adalah Regards de Femmes yang berarti “dari mata perempuan”. Tema tersebut menekankan perspektif perempuan sebagai sutradara maupun karakter dalam sebuah karya film.
Film-film dengan sudut pandang perempuan ini tak hanya berasal dari Prancis tapi juga dari negara-negara berbahasa Prancis. Salah satu contohnya adalah film yang tengah naik daun, “The Substance” garapan sutradara Coralie Fargeat. Turut dihadirkan pula dalam rangkaian event ini ialah beberapa hasil karya Claude Sautet, seorang maestro sinema Prancis yang dikenal karena penggambarannya tentang hasrat manusiawi. Dari total 32 film yang disajikan, 10 diantaranya bisa dinikmati lewat platform KlikFilm. Tak hanya pemutaran film, acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia – Institut Français d’Indonésie (IFI) ini juga menyajikan kegiatan diskusi bersama para pelaku ranah perfilman. Beberapa narasumber diksusi termasuk aktris-aktivis Hannah Al-Rashid yang didapuk sebagai Duta Ferstival Sinema Prancis 2024, sutradara Rachid Hami, serta aktris Asmara Abigail.
Festival Sinema Prancis tahun ini juga ditandai dengan edisi perdana Indonesia-France Film Lab. Merupakan kolaborasi IFI, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Kementerian Kebudayaan Indonesia, program yang diselenggarakan pada tanggal 1-4 Desember 2024 di Yogyakarta ini ditujukan untuk talenta muda Indonesia. Laboratorium film kreatif ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi film layar lebar dengan gol memproduksi karya internasional bersama. Louise Bellicaud (In Vivo Films), Rachid
Hami (sutradara), dan Sébastien Chesneau (Cercamon) akan membimbing tim terpilih, yang terdiri dari penulis naskah, sutradara, dan produser Indonesia, dalam berbagai aspek seperti penulisan naskah, produksi, presentasi, penyutradaraan dan distribusi.