Festival Film Locarno Tunjuk Asmara Abigail Bergabung di Panel Juri

Representing Indonesia in the global cinema industry.  

 

Aktris Indonesia Asmara Abigail akan bergabung dalam jajaran juri kategori Concorso Cineasti del Presente di Locarno Film Festival ke-78 yang berlangsung di Swiss pada tanggal 6 – 16 Agustus 2025. Di panel juri tersebut, ia akan bergabung dengan Frances Hui (Direktur Departemen Film, Museum of Modern Art – MoMA, New York) dan Kani Kusruti (Aktris All We Imagine as Light) dalam salah satu festival film tertua dan paling dihormati di Eropa. 

Pertama diselenggarakan pada 23 Agustus 1946, selama tujuh dekade Locarno telah membantu membentuk karir sutradara kelas dunia dan memperkenalkan tren baru di dunia perfilman. Karya Indonesia sendiri telah menjejakkan kakinya di panggung Locarno melalui The Science of Fictions (2019) dan Stone Turtle (2022) di mana keduanya merupakan film yang dibintangi oleh Asmara Abigail. Pada festival tahun ini, sang aktris mewakili Indonesia dan Asia Tenggara dalam peran baru sebagai juri kompetisi film internasional. 

Karir Asmara Abigail menanjak lewat film “Setan Jawa” pada tahun 2016, sebuah film bisu eksperimental yang diputar di berbagai panggung dunia dengan iringan musik live. Ia kemudian membintangi film-film yang mendapatkan perhatian internasional, seperti “Pengabdi Setan” dan “Perempuan Tanah Jahanam”, serta Hiruk Pikuk si Alkisah yang memenangkan “Special Jury Prize” di Locarno. Film terbaru dari aktris kelahiran 1992 ini adalah “Sihir Pelakor” di mana ia bermain sebagai Rini, yakni karakter kompleks dan manipulatif dengan kemampuan mistis.

Selain aktif dalam dunia film, Asmara juga pernah menjadi juri di Jakarta Film Week, Alternativa Film Festival, dan ReelOzInd!, dan Short Movie Competition: Road to Jakarta World Cinema 2025.