Chupacabras-Arriba, Santap Steak dan Koktail Berpadu Rimbunnya Sayan

Serving the taste of Southern and Latin America.

 

Dua opsi kuliner baru telah hadir di Sayan, Bali. Berada di tengah rimbunnya suasana perbukitan, Arriba dan Chupacabras menyuguhkan racikan makanan dan koktail dengan cita rasa Amerika Latin dan Selatan.

Di bar koktail Arriba, jenis spirits Amerika Latin berpadu dengan bahan-bahan lokal Indonesia. Contohnya Klepon Colada yang mempertemukan white rum dengan homemade coconut mix dan sirup pandan gula merah. Anda yang mencari sensasi spicy bisa mencicip Diablo Caliente. Koktail ini mereinterpretasi El Diablo klasik dengan mengkombinasikan tequila premium dengan elemen-elemen pada wedang jahe tradisional.

Tangan di balik koktail-kotail Arriba adalah Bar Manager, Aditya Yonida. Lahir dan tumbuh di Bali, Aditya memulai perjalanan bartending-nya lebih dari sepuluh tahun lalu di berbagai hotel-hotel prestisius seperti St. Regis Bali dan Rimba by Ayana. Melengkapi pengalaman menikmati concoctions di Arriba tersedia small bites dengan referensi street food Amerika Latin. Salah satunya Pork Anticuchos, yakni pork belly yang dimarinasi dengan saus Bali dan dihidangkan dengan pico de gallo. Lalu, ada pula Vieiras con Cítricos berisi scallops bermarinasi zesty citrus dressing.

Jika di lantai upper ground terdapat Arriba, pada lantai ground bisa ditemukan restoran Chupacabras. Ambience tempat ini dikomposisi oleh bebatuan alami, pencahayaan temaran, dan bonfire yang menghadap hutan Sayan yang teduh. Highlight dari resto bercitarasa Amerika Selatan ini adalah meat cuts premium yang mendapat twist kontemporer serta sapuan nuansa Indonesia. Di sini, Anda dapat melihat aksi chef meramu makanan pada open kitchen restoran dengan wood-fire grill.

Tim Chupacabras juga Arriba dipimpin oleh Executive Chef Mauro Santarelli. Ia sudah punya rekam jejak panjang di dunia kuliner. Sebelum menangani Chupacabras dan Arriba, pegiat kuliner asal Argentina ini telah menggali pengalaman sebagai Chef de Cuisine Park Hyatt Abu Dhabi. Selama kiprahnya untuk Maté yang ada di hotel tersebut, ia berhasil mempersembahkan penghargaan Best Newcomer and Most Recommended Latin Restaurant dari What’s On Abu Dhabi Awards 2022. Dengan core pada gaya memasak menggunakan open flames untuk mengaksentuasi tekstur dan rasa, Chef Mauro terdoring untuk memberi twist cita rasa Indonesia pada masakan-masakan Amerika Selatan.

Untuk menu pembuka di Chupacabras, Anda bisa memesan Humita, menu yang berasal dari masa pre-Hispanic. Makanan ini menyajikan creamy sweet corn dengan tambahan pancetta, provolone cheese, dan red chimichurri. Wagyu Flank Steak merupakan salah satu menu yang patut dicoba di Chupacabras. Dengan marbling dan kelembutannya, flank steak adalah salah satu cuts paling disukai dalam asado (tradisi kuliner Amerika Selatan di mana berbagai daging di-grilled perlahan secara open flame).

Kala Anda memesan steak, chef akan menghampiri dengan membawa meat tray untuk Anda pilih langsung cuts yang diinginkan. Ia juga ditemani oleh salsa sommelier yang memaparkan kurasi salsa untuk melengkapi steak tersebut. Mulai dari chimichurri hingga huncaina. Bagi para pecinta wine, sommelier restoran ini akan mengundang tamu ke wine cellar dan memberi saran untuk pairing yang tepat. Selain steak, Chupacabras juga menawarkan rangkaian menu-menu lain yang tak kalah memikat. Termasuk dessert seperti Pastel de Tres Leches, sponge cake vanila dengan campuran tiga susu yang disajikan bersama es krim dark chocolate dan orange zest.