Chef Liam Nichols Suguhkan Cita Rasa Michelin di Raffles Jakarta

British-meet-French elegance.

 

When Chef Liam Nichols arrived in The Dining Room at Raffles Jakarta for a culinary take over, he revealed his citizenship through a yummy starter. Apparently, he is a Marmite British. The savoury spread has culturally been dividing the society since it was introduced in 1902. Selai tersebut ia sapukan kepada choux bun. Mendampingi kudapan pembuka ini adalah dua keping biskuit sable yang mengapit bubuhan blue cheese. Dua kreasi tersebut menjadi clue awal akan permainan sang chef dalam mengolah kultur tempat asalnya dengan turut merujuk pada budaya Prancis.

Dinamika palet berganti ke nuansa fresh and light pada lidah lewat racikan beetroot, ricotta, parsley, beserta nut and seeds dengan padanan wine 2021 Mazzei Azisa Bianco Sicilia DOC. Profil rasa masakan-masakan Chef Nichols yang disuguhkan selanjutnya memiliki satu benang merah karakter. Masing-masingnya tampil dengan identitas elemen dominan. Untuk lobster di hidangan berikutnya, Chef Nichols mengangkat masam tomat yang dikreasikan sebagai tartare juga butter sauce. Kemudian Salmon tabur kaviar yang ditemani mussels disajikannya dengan rasa utama pea puree nan creamy.

Di babak akhir, saus klasik Prancis bordelaise mengedepankan elegansi dan keanggunan red wine pada fillet of beef berkeliling ratatouille. Plating menu ini cute berpola polka dot. Chef dengan pengalaman di restoran berbintang Michelin seperti Midsummer House, Sat Bains, dan Store tersebut menutup rangkaian wine pairing dinner ini dengan kelezatan kombinasi peanut dan chocolate berpadanan crème fraiche. An array of fine cuisine with a simple but bold approach by a chef who had cooked for Richard Branson of Virgin Group and Larry Page of Google.