Cerita Richard Madden tentang Calvin Klein Defy

And his point of view about fragrance.

 

Hal terbaru yang mungkin Anda ketahui tentang Richard Madden adalah perannya sebagai Ikaris di “Eternals” dari Marvel Studios yang rilis pada November 2021. Akan tetapi role baru yang juga dimiliki oleh sang Pangeran Kit di film “Cinderella” (2015) pada tahun ini ialah sebagai wajah dari parfum baru Calvin Klein Defy. Beberapa waktu lalu, The Editors Club berkesempatan untuk mewawancara sang aktor yang karirnya menanjak lewat karakter Robb Stark di serial drama fantasi “Game of Thrones”.

Berikut ini adalah cerita Madden mengenai Calvin Klein Defy dan bagaimana ia melihat sebuah wewangian.

 

Pandemi Covid-19 masih terjadi. Bagaimana hal ini mempengaruhi hidup Anda, dan apa yang Anda pelajari dari situasi menantang ini?
I’ve learned how to slow down, I’ve learned how to not beat myself up about not doing enough or being more proactive. Saya selalu aktif dan pandemi ini membuat kita semua berhenti, dan itu adalah satu hal yang saya apresiasi. Saya belajar untuk “berhenti” sesaat dan tak selalu berlari ke hal berikutnya atau proyek selanjutnya, serta menjadi “hadir” untuk momen saat ini.

Bagaimana kerjasama dengan Calvin Klein bermula?
Tim Calvin Klein berjumpa dengan saya beberapa tahun lalu. Pada meeting yang mengagumkan di New York tersebut, kami tahu kami ingin bekerjasama, tapi belum tahu dalam hal apa. Ini terjadi sebelum Calvin Klein Defy lahir. We had this beautiful mutual respect for each other, and we endeavored to find something that could use our strengths together and that’s what we did.

Apa arti wewangian untuk Anda? Adakah aroma wewangian yang tidak Anda sukai?
Saya adalah orang yang mengandalkan indra dan wangi merupakan aspek penting saat saya bekerja dan memainkan sebuah karakter. I tend to find a different scent for each character, something that represent who they are. It’s these little details that help me build a character and scent is one of them. Saya cenderung tak suka aroma yang terlalu bitter atau tangy, dan apapun yang terlalu tajam.

How does the Calvin Klein Defy fragrance resonate with you?
Calvin Klein Defy bukan hanya sebuah produk wewangian, melainkan sebuah pesan untuk “menantang” diri Anda sendiri dan melampaui ekspektasi Anda sendiri maupun ekspektasi orang lain; tentang melangkah lebih tinggi untuk mengambil risiko. That’s something that is very important to me, that idea of pushing myself forward at all times.

Apa menurut Anda masih ada perbedaan tegas antara wangi maskulin dan feminin? Atau apakah menurut Anda gender tak bisa diaplikasikan pada wewangian?
Saya pikir batasnya sudah runtuh sejak beberapa tahun lalu. Saya tak tahu siapa laki-laki atau perempuan yang secara strict hanya memakai parfum laki-laki atau perempuan. Menurut saya tak ada lagi hal semacam itu. That is something that I really love. Scent is not defined by a men’s or women’s fragrance. It’s about what you are attracted to and what suits you.

Apa yang Anda suka tentang Calvin Klein Defy dan kapan Anda memakainya?
Saya suka bahwa ini adalah wewangian yang complicated. Terdapat woody notes dan citrus undertones yang membuatnya menjadi beautiful scent untuk dikenakan pada waktu yang berbeda. It is a fragrance I enjoy putting on in the morning and in the evening.

Proyek apa yang tengah Anda kerjakan?
Saya bermain di film baru Marvel yang akan rilis pada bulan November. Sebuah film superhero yang sangat berbeda dengan film-film yang sudah ada sebelumnya. Saat ini saya tengah terlibat dalam pembuatan drama action untuk Amazon yang juga diproduksi oleh Russo brothers. Meskipun ini bukan film superhero, film ini memiliki nuansa serupa dengan yang diciptakan Russo brothers untuk Marvel.

Apa gol Anda dalam 10 tahun ke depan?
Tetap terlibat dengan hal-hal yang membuat saya bertumbuh sebagai seorang individu dan menjadi lebih baik lagi dalam hal pekerjaan, serta memberikan good entertainmentI tell stories for a living and I want to keep getting better at that