Burberry Showcases The Concept of Contrasts

London Fashion Week weather report: Burberry with a chance of Tempest.

 

Bagi Tisci, tanah Inggris sendiri merupakan sebuah tempat di mana dua konsep yang berlawanan melebur menjadi satu identitas. Dari pertemuan kekontrasan tersebut, ia mulai menulis “bab pertama dari era baru Burberry” yang berjudul ‘Tempest’.

Nama ‘Tempest’ mengacu kepada sebuah kontras yang terjadi di budaya dan cuaca Inggris. Beragam gaya ditampilkan oleh Tisci pada koleksi ini, mulai dari yang klasik sampai yang edgy. Siluet puffer jacket menjadi salah satu tokoh utama. Warna pea green, rose pink, dan periwinkle blue memberi kesan ‘manis’ di antara palet basic neutrals. Tentunya, kode-kode khas Burberry seperti trench coat dan checks tak lepas dari koleksi ini, dan Tisci menginterpretasikannya untuk audiens kontemporer. Our favourites go to the bustier-inspired dress with contrasting gold sequins, as well as an all-taupe layer play over a classic white shirt.  

Pada presentasi ini, diversitas dan inklusivitas tetap masuk di dalam agenda Tisci. And surely enough, the cast fulfilled that duty: Sora Choi, Gigi Hadid, Irina Shayk, Natalia Vodianova, Anok Yai, Rianne van Rompaey, dan Matteo Ferri. Melihat varietas gaya yang dipertunjukkan, this collection has a little something to quench many kinds of personal style.

Bila dijabarkan, koleksi ini merupakan sebuah persilangan – antar berbagai generasi, antar berbagai gaya, antar tradisi dan invensi, juga antar luxury dan streetwear. Ambisi Tisci cukup jelas, ia ingin Burberry menjadi suatu entitas yang dapat dinikmati semua kalangan. Di dunia Burberry-nya, perbedaan tidak memisahkan kita, tetapi justru menyatukan kita.