Buahan, Keasrian Terbaru Banyan Tree di Bali

An immersive resort at the heart of Ubud’s natural landscape. 

 

Pada bulan September mendatang, Buahan a Banyan Tree Escape akan membuka pintunya di Ubud. Dengan konsep “no walls, no doors”, resort ini menggabungkan keasrian alam dengan desain berdasar konsiderasi lingkungan. 

Buahan terletak di sebelah Sungai Ayung dan sebuah air terjun, sebuah lokasi tentram di tengah sawah dan hutan dengan pemandangan tujuh puncak pegunungan. Keenambelas balé atau villa di Buahan memiliki living area luas dengan konsep indoor-outdoor berpemandangan 180 derajat serta alunan suara alam.  Balé tempat para tamu menginap ini menyuguhkan pengalaman menyatu dengan alam yang hanya dibatasi oleh helaian kain tipis.

A spirit of community is enlivened throughout the resort. Open Kitchen dan Living Room yang berkonsep open dining dan lounge space yang menjadi jantung properti ini menghadirkan pengalaman dining yang dibuat dengan prinsip zero-waste farm to table, local sourcing, dan teknik-teknik tradisional. Sebanyak 70% menu-menu yang disajikan di sini berkonsep plant-based yang bahan-bahannya didapat dari area sekitar (berjarak 1 jam dari resort).

Selain itu ada pula, The Botanist Bar yang memiliki berbagai pilihan minuman dengan local-grown natural ingredients. Untuk memanjakan tubuh Anda hadir Toja Spa yang mengangkat tradisi Desa Buahan dengan ‘open’ garden experience. Berbagai Hideaway Spots yang tersebar di seluruh properti memberikan ruang tenang bagi para pengunjung untuk bermeditasi, membaca, atau beristirahat sejenak. Sederet kegiatan dan acara, baik di dalam atau di luar resort, yang mencakup perayaan budaya lokal merupakan kesempatan menarik bagi mereka yang bersinggah di resort ini untuk mendapat pengalaman liburan berbeda. 

Pembangunan resort ini melibatkan riset aspek sosiologi, arsitektur, dan kultur di radius 1 jam dari Buahan agar tercipta atmosfer dimana para tamu dapat menikmati pengalaman travelling yang mengesankan dengan budaya lokal. Arsitek sustainable lokal Gede Kresna berkolaborasi dengan Head of Architecture dari Banyan Tree, Dharmali Kusumadi, untuk merancang balé dan fasilitas resort lainnya. Selain itu, Banyan Tree juga bekerjasama dengan studio kreatif berbasis Singapura, Parable, untuk menggunakan repurposed Ulin ‘iron’ wood dari boat jetty, headboard kayu yang diukir dengan tangan, hand-smithed copper bathtubs dan natural dye soft furnishings yang memperkuat tema alam di resort ini.