Baku Wok and Wine Buktikan Serasinya Cita Rasa Asia dengan Wine Italia

A collaboration with Ethica Wines.

 

After Baku’s Wok and Wine Vol. 2, we wonder what Vol. 3 will be like. We believe it’s going to be something exciting just like what we had recently. Pada sesi wine pairing beberapa waktu lalu, Baku berhasil menyajikan pengalaman kuliner yang memanjakan indra pengecap lewat kolaborasi bersama Ethica Wines, sebuah pengimpor wine Italia yang memegang prinsip fair trade.

Jika lazimnya wine pairing dilakukan dengan Western menu, menjadi tujuan dari Wok and Wine justru adalah mendemonstrasikan bagaimana olahan rasa Asia mampu padu harmonis dengan kurasi wine yang tepat. “Melalui series ini, kami ingin mengedukasi dan menginspirasi para tamu bahwa Asian cuisine dapat dipasangkan dengan wine,” ucap Riky, Assistant Marketing Manager at BAKU.  Yes, our wine pairing dinner at the restaurant proved how Asian flavours could match well with the various Italian wine, from the northern to the southern regions.

Pembuka dari rangkaian sajian malam itu adalah Prawn Pie Tee sebagai amuse bouche. Hidangan sekali lahap ini memiliki profil rasa Melayu-Peranakan yang gurih-pedas nan ekspresif, di mana kerenyahan bertemu isian sayur dan udang. Kudapan yang jamak ditemui di Malaysia dan Singapura ini dipadankan dengan Contadi Castaldi Brut – Franciacorta. Sebagaimana Prosecco, Franciacorta adalah Italian sparkling wine dengan sensasi effervescent yang membangun bright mood. Bila Prosecco dibuat dengan fermentasi di dalam tank, Franciacorta asal Lombardy mengalami fermentasi kedua di dalam botol (layaknya  (layaknya Champagne)ampagne).

Berlanjut ke appetizer ialah Sarawak Ceviche yang begitu refreshing. Membawa warna-warni cantik, kesegaran menu seafood lembut berbalut senasi citrus ini dipasangkan dengan Cusumano Insolia dari Sisilia dengan warna rasa nan fruity. Pairing berikutnya yang sangat menarik ialah Barone Ricasoli Casalferro dengan Chicken Laksa berbasis noodle. Kreasi creamy yang aromatic dan berempah ini nyatanya cocok untuk dibarengi dengan red wine dari salah satu winery tertua di dunia tersebut. Begitupun dengan Beef Kluwek yang pasangannya adalah Cusumano Nero d’Avola dengan hint of spice. Daginya terasa begitu tender dengan bumbu kluwek yang meresap.

Makan malam itu ditutup menawan dengan Chocolate Lava berpadanan wine Primitivo di Manduria dari Il Rosso Dei Vespa. All credit go to Chef Wiem Kahyang Isha.