ÀNI, Paduan Bisnis Resor dan Filantropi Pendidikan Seni

A unique combination by Tim Reynolds.

 

If you haven’t heard about ÀNI Private Resorts, well take note from now on. Resor ini punya keunikan tersendiri; and it goes beyond the matter of staying experience itself. Sebanyak 4 ÀNI Private Resorts yang berlokasi di Thailand, Sri Lanka, Anguilla, dan Dominican Republic, hadir berdekatan dengan ÀNI Art Academies yang didirikan dalam tujuan untuk membantu memberdayakan komunitas lokal.

Resor dan art academies dari brand ini didirikan oleh Tim Reynolds. Sosok yang juga bergerak di sekuritas ini (co-founder Jane Street Capital) percaya bahwa melalui kesempatan pendidikan yang baik, seseorang bisa menjadi seniman. Basis ini kemudian dikembangkan Tim menjadi ÀNI Art Academies yang menyediakan multi-year art skills education secara intensif tanpa dipungut biaya. Kurikulumnya yang menekankan creative freedom dikembangkan oleh seniman Anthony J. Waichulis.

Perpaduan antara destinasi wisata dan sekolah seni ini yang menjadikan ÀNI berbeda. “The crossover between the resorts and our schools offers guests a truly enriching experience. The campuses are beautifully landscaped, with pavilions in which guests can enjoy the scenery and perhaps the sunset while watching the students at work. This is often when art gets purchased, with all proceeds going to the artists themselves, as guests meet the students and learn their stories, while witnessing their incredible talent honed through years of hard work,” ucap Tim.

Setiap resor ÀNI dapat mengakomodasi 20 hingga 30 tamu dengan 10 hingga 15 suites yang terletak di area berfasilitas kolam renang,dining dan entertainment. Seperti yang sudah disebut Tim, salah satu kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan kala menginap di sana adalah menyaksikan para murid-murid ÀNI Art Academies saat berkarya. Juga sebagaimana diungkap Tim, hasil pembelian karya-karya para murid oleh tetamu resor akan sepenuhnya diberikan kepada mereka.

Dalam memberikan pelajaran, akademi ini punya haluan tersendiri. Aspiring artists setempat yang belajar di akademi tersebut akan mempelajari seni dan praktiknya secara mendetail. Pada tahap awal, pelajar bahkan akan diajari untuk merawat alat-alat dan ruang kerja. Kemudian berlanjut pada asah kemampuan gambar dari cara memegang pensil, menarik garis, bentuk-bentuk, serta persepsi visual selama 4 tahun, para murid pada akhirnya didorong untuk mengembangkan creative voice mereka sendiri.

Didirikan di tahun 2010 bersama ÀNI Private Resorts, ÀNI Art Academies kini memiliki enam sekolah di seluruh dunia. Selain di 4 tempat yang sudah disebut sebelumnya, akademi ini juga berada di Pennsylvania dan New Jersey. Yang berlokasi di New Jersey dikhususkan untuk para veteran dan penyandang disabilitas. “The success of ÀNI Art Academies is not measured by revenues, rather,it is and will continue to be measured by how many people this program has touched,” jelas Tim.