Food for the soul. Happy tummy, happy journey.
Akhir pekan datang lagi. Kadang, trip ke Singapura terasa seperti rutinitas biasa bagi sebagian orang. Terlalu sering, terlalu familiar. Jika Anda merasa begitu, coba baca artikel ini sampai habis, karena saya punya cara baru untuk menikmati Singapura: elevated, curated, dan penuh rasa.
Saya berangkat di hari Kamis pagi. Senin hingga Rabu sebelumnya, pekerjaan satu minggu saya padatkan dalam tiga hari. Bisa ditebak, perjalanan yang terlihat sederhana ini sebenarnya cukup menyita energi. Apalagi dengan gaya packing saya yang serius – every look from morning to evening, lengkap dengan sepatu yang disesuaikan dengan jarak jalan kaki.
Namun begitu, sampai di COMO Metropolitan Singapore, semua rasa lelah langsung menguap. The moment I stepped in, the scent of the hotel instantly soothed me. Think freshly baked croissants and a perfect hot latte, that’s the welcome note.

Check-in berlangsung mulus di lantai 6, dan saya langsung masuk ke kamar. Thank you, COMO, for the best room!
Sebuah botol Lyserød sparkling tea disajikan dalam champagne basket dari Alessi. Sepucuk catatan manis dari Ruby, sang General Manager, menyambut saya dengan ucapan hangat dan sedikit petunjuk kalau ada sweet treat dari Cédric Grolet di dalam kulkas. What a welcome.
Inilah yang selalu saya rindukan dari tempat ini, that feeling of coming home to Singapore. Tapi saya harus cepat kembali fokus: trip kali ini adalah culinary-focused stay. A journey through COMO’s finest dining destinations.
Sunset & Samosa
Setelah berganti baju dan sedikit freshen up, saya menuju lantai 19, Sky Bar di COMO Metropolitan untuk menikmati sunset dan cocktail. Yang membuat saya terkesima adalah setting cahaya alaminya. So chic! Deretan panel kayu membingkai sinar matahari sore sehingga masuk dan bermain bayangan dengan sangat dramatis.

Tak lama, dua cocktail pun hadir ditemani samosa yang ternyata luar biasa. Disajikan dengan tiga macam saus: mint, yogurt, dan mango jam. Unexpectedly delightful!
Dinner at Torno Subito
Begitu malam menjelang, saya pun pergi menuju Dempsey Hill untuk makan malam di Torno Subito. Restoran Italia ini merupakan kreasi celebrity chef Massimo Bottura, yang versi Miaminya sudah meraih satu bintang Michelin. Di Singapura, restoran ini masih tergolong baru karena baru satu tahun, but already gaining buzz.
Konsepnya playful and nostalgic: Italian summer by the beach. Interiornya penuh warna, whimsical, tapi tetap sophisticated. Staff-nya pun sangat perhatian terhadap setiap detail. Saya mencoba menu Riviera Tour, sebuah perjalanan kuliner menyusuri pesisir Italia.

Amuse bouche-nya disajikan di atas lifebuoy berwarna putih-oranye, dimulai dengan Torno alla Veneziana, bluefin tuna yang dimarinasi, onion chutney, soave reduction, dan black caviar. Paired with basil cocktail, it was my favourite. Menu demi menu membawa saya dari Napoli hingga Sicilia.
Torno Subito means I’ll be back. And I certainly will.
A Morning at COMO Cuisine

Hari kedua dimulai dengan sarapan di COMO Cuisine. Siapa yang bisa menolak croissant dari Cédric Grolet ditemani kopi hitam, ditambah menu à la carte yang bisa dipesan sesuai selera. Semua hidangan di sini adalah hasil kurasi COMO Shambhala, jadi sudah pasti sehat, lezat, dan memuaskan.
A Hidden Gem: Pangium
Siangnya, saya dijemput untuk makan siang di Pangium, restoran Peranakan fine dining yang berlokasi di Singapore Botanical Gardens. Saya sudah menyiapkan outfit dengan motif dedaunan – because, of course, it’s botanical.
Masuk ke area ini butuh izin khusus via intercom yang menurut saya menambahkan sense of exclusivity dari pengalaman keseluruhan. Restorannya sendiri intimate, dengan dinding kaca dari sisi ke sisi, memberikan pemandangan tropis yang hijau dan damai.

This was, hands down, one of the best lunches I’ve ever had in Singapore. Tiap sajian punya cerita, filosofi, dan rasa yang kompleks. Saya benar-benar terpukau. You owe it to yourself to try this at least once!
Afternoon Stroll & Back to Dempsey
Untungnya, lokasi COMO Metropolitan Singapore sangat strategis. Letaknya di belakang Orchard namun tetap tenang. Perfectly placed. Saya sempatkan berjalan kaki selama satu jam untuk mengikis rasa kenyang dan recharge energi sebelum sesi makan malam.
A COMO Culinary Trail
Sore itu kami kembali ke COMO Dempsey, sebuah kompleks dining dan lifestyle curated by COMO Group di Dempsey Hill.
First stop: Culina. A long-time favourite. Vibes-nya selalu keren, relaxed yet polished. Dari daging premium, wine & champagne (termasuk ukuran Magnum!), hingga produk gourmet dan florist. Everything feels impeccably selected.

Di sini saya bertemu dengan Peng Peng, Senior VP dari COMO. Selalu menyenangkan bertemu dengan tim COMO yang sudah seperti teman sendiri. Tapi tak bisa terlalu lama, karena jam 6.30 kami punya reservasi makan malam.
Sebelum ke tempat makan, Peng Peng mengajak kami berkeliling sebentar dan masuk ke Dover Street Market Singapore yang terdapat tepat di depan Culina. Brand-brand seperti Comme des Garçons, Miu Miu, Supreme, The Row, dan Balenciaga merupakan beberapa yang ada di sini. Cukup window shopping buat saya hari ini.
Dinner at Ippoh Tempura Bar

Makan malam kami dihabiskan di Ippoh Tempura Bar by Ginza Ippoh, tempura restaurant legendaris asal Osaka yang hadir dalam versi lebih intim di Singapura. Saya duduk di bar dan menyaksikan langsung chef mempersiapkan setiap sajian. Crisp, light, and perfectly timed. Berada bersebelahan dengan Candlenut dan The Cookhouse, Ippoh menjadi hidden gem yang tak boleh dilewatkan.
The Perfect Send-Off
Hari terakhir saya di Singapore dimulai dengan sarapan di Cédric Grolet Singapore. Sengaja saya memilih pengalaman sarapan yang berbeda dengan kemarin di COMO Cuisine. Inilah enaknya menginap di COMO Metropolitan: setiap outlet dikurasi dengan rasa, konsep, dan kualitas yang konsisten.
Setelah mandi dan packing, kami sempatkan mampir ke COTE Korean Steakhouse, restoran Korea berstandar premium yang juga mengantongi bintang Michelin. Makan siang kali ini saya mencoba menu eksklusif mereka:

Dimulai dengan Black Truffle Shrimp Salad, lalu Cote Naengyum & Galbi, dan Gopdol Bibimbap dengan spicy octopus. For dessert? Signature ice cream with that luscious caramel sauce. A satisfying final note to end this journey.
Until Next Time
Tiga hari dua malam berlalu begitu cepat. Makan enak, tidur nyenyak, dan hati pun tenang. Rasanya seperti mini retreat, a beautiful reset. Besok kembali ke gym, kembali ke laptop, kembali ke kenyataan.
But for now, thank you, COMO, for the unforgettable weekend!