A Raja Ampat Expedition Enriches the Knowledge of Local Nature

Kekayaan alam Indonesia tidak lagi memerlukan introduksi, tetapi dengan mengenal begitu banyak pulau di negara ini, tentu masih banyak pelosok yang patut kita eksplorasi. Salah satunya adalah penemuan baru pada pelayaran Phinisi Yacht Rascal dengan Conversation International (CI).

 

By Madelaine Angelina

Seiring dengan berkembangnya popularitas Raja Ampat sebagai destinasi wisata bertaraf internasional, keindahan alamnya mulai rentan dengan kerusakan. Dengan misi untuk meminimalisasir dampak negatif ini, ichthyologist Dr. Gerry Allen beserta vice president CI Asia Pacific Marine Program, Dr. Mark Erdmann, memimpin sebuah ekspedisi selama tujuh hari di Raja Ampat.

Mereka dan timnya mempelajari pola migrasi ikan pari manta dan mensurvei keanekaragaman hayati ikan-ikan karang, serta menjelajahi area Ayau yang biasanya tak kerap dilewati pelayaran. “Keanekaragaman pada perairan ini begitu luar biasa, dan masih mengagumkan setelah pengalaman 20 tahun menyelam di Raja Ampat. Masih begitu banyak yang belum kita lihat dan kami masih menemukan spesies-spesies ikan baru pada banyak ekspedisi ke Raja Ampat,” ujar Dr. Allen.

Ekspedisi ini membuahkan penemuan dua spesies baru Goby, cleaning station ikan pari manta baru di Dayang, serta 25 ekor ikan pari manta baru. Inisiatif ini dapat terealisasikan melalui niche Rascal sebagai penyedia luxury cruise yang mendedikasikan pelayarannya kepada perlindungan laut yang ia jelajahi.