4 Tips to Deal with Holiday Anxiety

When anxious mind won’t let you enjoy your holiday… 

 

Dari survei yang dilakukan oleh situs perjalanan terbesar di dunia, Booking.com, hasil statistik menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang yang disurvei atau sekitar 36% merasa khawatir dengan masalah-masalah yang mungkin muncul pada hari pertama liburan mereka. Bahkan bagi sebagian orang, bepergian jauh – terutama menggunakan pesawat – adalah pemicu panic attack. Clinical hypnotherapist Sloan Sheridan Williams berbagi beberapa tips untuk membantu Anda menenangkan diri jika terjadi hal-hal berikut ini:

 

Pre-holiday panic attack
Selain cemas berlebih, gejala lain panic attack adalah peningkatan detak jantung, sesak nafas, gemetar, dan berkeringat. Cobalah untuk memutar lagu secara dan menari secara lepas di rumah; atau pergi ke bar dan memesan minuman yang belum pernah Anda coba sebelumnya. Intinya adalah melakukan hal berbeda dari rutinitas sehari-hari. Hal-hal tersebut akan mengalihkan fokus otak Anda dari kepanikan kepada hal menyenangkan.

Culture/food shock
Luangkan waktu untuk mempelajari budaya tempat tujuan sebelum berlibur sehingga Anda bisa mengantisipasi atau meredam shock yang mungkin timbul saat mendapat hal atau pengalaman berbeda. Jika situasi memungkinkan Anda untuk melakukan sedikit perubahan, ambil kesempatan tersebut. Misalnya saat memesan makanan di restoran, Anda bisa coba meminta dibuatkan versi yang lebih “ringan” jika Anda tahu bahwa bumbu-bumbu yang akan digunakan asing bagi lidah Anda.

What if something goes wrong
Respon kekhawatiran ini dengan melakukan persiapan matang. Pastikan Anda memiliki asuransi perjalanan yang memadai. Kunjungi dokter untuk memastikan kondisi prima sebelum pergi. Cari tahu apakah Anda perlu mempersiapkan obat khusus terkait alam negara tujuan, misalnya tablet anti-malaria. Periksa apakah akomodasi yang akan dipesan memiliki jaringan Wi-Fi atau akses-akses lain agar Anda dapat tetap terhubung dengan siapapun yang bisa membantu Anda.

Lost & Translation
Selain memanfaatkan berbagai app dan layanan GPS,tak ada salahnya mengambil peta gratis area lokal yang tersedia di bandara, pusat wisata, atau akomodasi Anda sehingga Anda memiliki bantuan offline jika sulit sinyal atau baterai ponsel habis. Luangkan waktu sebelum liburan untuk mempelajari beberapa kalimat dasar di tempat tujuan. Penduduk setempat akan menghargai upaya Anda berbicara dengan bahasa mereka dan hal itu juga akan mengurangi tingkat stres ketika bertemu orang yang tidak berbicara bahasa Anda.