200 Seniman Curahkan Interpretasi Baru untuk Trunk Louis Vuitton

An exhibition to celebrate the iconic Louis Vuitton trunks. 

 

Sebanyak 200 seniman telah menerjemahkan LV Trunk dengan interpretasi individual mereka untuk “200 Trunks 200 Visionaries: The Exhibition”. Dimulai dengan edisi pembuka di Asnières, eksibisi ini akan mengelilingi dunia dengan New York sebagai persinggahan pertamanya, dan kemudian berlanjut ke Singapura, Beijing, Tokyo, dan London. Pemberhentian terakhirnya adalah sebuah lelang Sotheby’s di Desember 2022, di mana semua penghasilan dari lelang tersebut akan disalurkan ke program beasiswa Louis Vuitton. 

The project acts as a stage of Louis’s innovative legacy, told through a mosaic of talents and friends of the fashion house he built. Beberapa dari mereka adalah Jean-Michel Othoniel, Jean-Philippe Delhomme, Nigo, dan BTS. Bagaikan kanvas polos, LV Trunk yang pertama dikreasikan di tahun 1850’an mengalami 200 macam transformasi dalam berbagai ekspresi seni pada pameran ini.

Ide-ide para seniman diperlihatkan melalui format fisik dan digital, dalam original art pieces atau ‘Magic boxes’ berupa screen panel. Sebuah robot-trunk bernama ‘Monsieur Louis’, yakni transfigrasi futuristik dari sang objek dan sang kreator, menyambut para tamu di tengah panorama kreasi para seniman. Eksibisi ini juga memiliki sebuah lifestyle area untuk menonton video interviews dan membaca buku.

Proyek LV200 merupakan sebuah proyek filantropis yang telah menggalang 2 juta euro dari para visioner yang mendonasikan 100 persen dari fee mereka ke organisasi amal yang berfokus pada kaum kreatif muda. Dari lelang yang akan diselenggarakan di Sotheby’s nanti, semua penjualan dari 200 trunk dari eksibisi ini, serta kolateral lain seperti buku-buku, akan dipakai untuk mendanai program beasiswa untuk jurusan-jurusan seni dalam berbagai bidang kreatif.