Utama di Mata Nagita Slavina

Family first.

 

Tentang ibu, sastrawan dan aktivis asal Amerika, Maya Angelou, mengatakan, “To describe my mother would be to write about a hurricane in its perfect power. Or the climbing, falling colors of a rainbow.” Untuk menjadi ibu, seseorang memang dituntut untuk bisa sekuat topan – atau bahkan lebih. Ada banyak ragam kebutuhan yang perlu dipenuhi dari sosok ibu. Artinya, problem dan tantangan yang dihadapi pun bermacam-macam, mulai dari kehidupan rumah tangga dan keluarga yang melibatkan suami, anak, orang tua, sanak saudara, hingga perihal pengembangan karir pribadi. Di sela-sela aktivitas syuting untuk campaign Louis Vuitton di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Nagita Slavina berbagi dengan The Editors Club seputar pengalaman dan sudut pandangnya dalam menjalani peran sebagai seorang ibu.

Suasana ruang berlangsungnya wawancara kala itu terbilang sepi karena para kru tengah bertugas di area lain. Aktris yang akrab disapa itu Gigi itu sembari menanti makeup artist yang akan mendandaninya untuk keperluan video shoot dan photo shoot. Ketika kalimat-kalimatnya bergulir menjawab serangkaian pertanyaan, rasanya bahkan terdengar seperti ia sedang bercerita secara kasual tentang hari-hari yang dijalaninya. Baik itu terkait formula kalimat, intonasi, ekspresi, maupun vibe secara keseluruhan, Gigi berbicara seolah bukan sedang berada dalam sebuah proses interview. She radiated an embracing energy. Dengan attitude yang relaks dan sedikit bubbly, ia merespon pertanyaan pertama dengan perkataan, “Sekarang aku tidak bisa cuma memikirkan kemauan aku sendiri.”

Poin pertama yang dilontarkannya itu ialah perihal prioritas. Bagi figur yang kerap memerankan karakter lugu dalam judul-judul yang dibintanginya ini, salah satu challenge yang ia hadapi dalam menjalani peran sebagai seorang ibu dalam konteks kehidupannya yang juga berprofesi di dunia entertainment adalah tentang berkomitmen pada prioritas. Sifat pekerjaan yang menuntut fleksibilitas dan prioritas pribadinya untuk menjadi ibu membuatnya melakukan pilah-pilih job berkenaan dengan durasi serta jadwal. Concern dalam merawat anak selalu menjadi background dalam melihat tawaran-tawaran pekerjaan yang datang.

 

Respecting Rafathar
Masing-masing telah membangun karir di industri hiburan dalam kurun yang tak singkat dan telah menjangkau banyak penggemar, sorotan terhadap Gigi dan Raffi Ahmad pun semakin intens dengan keputusan keduanya untuk menempuh biduk rumah tangga sejak tahun 2014. Kini Instagram @raffinagita1717 sudah memiliki lebih dari 45 juta followers. Subscribers YouTube Rans Entertainment sudah mencapai angka 17, 4 juta. Dengan basis fans sebesar itu, tak heran bila Rafathar sang anak secara otomatis turut menjadi perhatian banyak orang sejak kelahirannya. Bahkan tak berlebihan untuk menyatakan bahwa anak kelahiran 15 Agustus 2015 tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang berkontribusi pada semakin kuatnya popularitas keluarga inti Gigi.

Mengenai bagaimana ketenaran keluarganya berdampak pada proses Rafathar bertumbuh menjalani kehidupannya, Gigi lugas menyatakan, “Tetap kebutuhan anak di atas segalanya.” Hal ini berlaku baik dalam hal yang berkaitan dengan urusan profesional, yang biasanya terwujud dalam permintaan berbagai tim produksi untuk mengikusertakan Rafathar dalam frame, maupun di latar kehidupan sehari-hari dimana request banyak orang untuk foto bersama menjadi hal yang lumrah dijumpai. Aktris yang juga mengenyam pengalaman di balik layar melalui production house Frame Ritz milik ibundanya ini selalu memberi ruang pada anaknya untuk mengambil keputusannya sendiri terhadap permintaan-permintaan tersebut. “Menghargai dia. Kalau dia tidak mau, aku tidak mau paksa,” ucap Gigi.

Nagita Slavina along with Luna Maya and Paula Verhoeven for TEC x Louis Vuitton.

Kepada pihak-pihak yang mengajukan permintaan terkait anaknya, sosok yang juga melantunkan karya-karya lagu ini pun selalu memberi penjelasan bahwa keputusan akan dikembalikan kepada sang anak; sebuah cara yang sekaligus bisa memberi pemahaman pada publik dalam menghargai hak seseorang. Sebagai contoh, ketika sebuah tim produksi ingin Rafathar diikutsertakan dalam proses syuting, maka Gigi selalu mensyaratkan agar tim tersebut punya plan alternatif untuk mengantisipasi bila Rafathar menyatakan tak mau ambil bagian. Begitupun dengan masyarakat umum yang saat bertemu ingin berfoto bersama, Gigi akan meminta orang yang berkepentingan untuk bertanya langsung pada anaknya dan membiarkan anaknya menjawab langsung.

Bagi Gigi, memberikan ruang bagi si buah hati untuk mengambil keputusan terkait permintaan-permintaan yang datang kepadanya adalah hal penting. “Supaya dia punya power untuk dirinya sendiri, tahu haknya, sehingga bisa menjaga dirinya sendiri,” jelas alumni Australian National University bergelar Bachelor of Commerce tersebut. Tak kalah penting dari hal itu, Gigi bersama suami juga mengajarkan Rafathar cara sopan untuk menerima atau menolak sebuah permintaan. “Aku dan Raffi sebagai orangtuanya selalu kasih tahu dia untuk bicara baik-baik dalam menjawab request orang-orang,” tutur Gigi.

Melalui cara-cara tersebut, maka ketika Rafathar menyetujui sebuah ajakan, hal tersebut merupakan keputusan sukarela yang ia jalani tanpa beban. Hal ini juga berlaku pada proses-proses produksi untuk konten YouTube Rans Entertainment. Rafathar terlibat hanya bila ia menginginkannya. Dalam konteks kenyamanan sang anak, Gigi melihat bahwa proses syuting konten akun YouTube mereka lebih kasual dibanding syuting pada umumnya – dan dilakukan di rumah dengan orang-orang yang sudah ia kenal – sehingga kala melakukan syuting, bocah yang kini menginjak usia 5 tahun itu merasa seperti sedang beraktivitas keseharian.

“Supaya dia punya power untuk dirinya sendiri, tahu haknya, sehingga bisa menjaga dirinya sendiri.”

 

The Family & The Future
Mengarungi bahtera rumah tangga selama kurun 6 tahun, urusan membesarkan anak juga menjadi salah satu elemen yang memberi dinamika disamping lika-liku lainnya. Tak dipungkiri Gigi bahwa silang pendapat dalam menghadapi situasi keseharian, termasuk yang berkaitan dengan anak, juga terjadi. Dari kacamatanya, hal ini lantaran perbedaan approach yang dimiliki masing-masing. Ia melihat dirinya cenderung bersikap khawatir dengan berbagai hal menyangkut anak, sementara Raffi biasanya lebih melihat bahwa tantangan yang dihadapi anak justru akan membangun mentalnya.

Mengenai strategi kala pasangan tersebut menghadapi ulah anak, Gigi mengatakan “Kalau aku sama Raffi biasanya kita main good cop – bad cop. Di depan anak, kalau Raffi lagi marah sama Rafathar, aku yang bersikap baik ke dia. Nanti kalau lagi aku yang marah, sebaliknya papanya yang berperan baik.” Sebagai perwujudan dari upayanya mendidik anak, ia pun belum membolehkan Rafathar untuk memiliki akun media sosial sendiri. Menyadari adanya netizen tak bertanggungjawab, putri dari musisi Gideon Tengker ini juga tak membiarkan putranya membaca komentar-komentar di akun media sosial yang dimilikinya bersama Raffi.

“YouTube yang dia tonton khusus buat anak-anak. Waktunya pun dibatasi dan under supervisi,” tambahnya menjelaskan soal cara mengasuh anak di era digital. Sejauh ini, Gigi bersyukur bahwa spotlight terhadap anaknya tak diiringi dengan hal-hal yang tak berkenan atau berujung pada marabahaya. Ibu dari anak bernama lengkap Rafathar Malik Ahmad ini mengatakan akan mengambil tindakan hukum bila terjadi aksi-aksi signifikan yang membahayakan anaknya, termasuk yang terjadi di dunia virtual.

Bicara topik masa depan anak, Gigi menyebut bahwa semua itu diserahkan kembali ke anaknya sendiri. Ketika Rafathar diajak untuk ikut melihat mama dan papanya bekerja, hal tersebut bukan untuk mengarahkannya ke industri garapan pasangan bertanggal dan bulan lahir sama ini, melainkan alasan lain. “Inginnya Rafathar tahu apa yang dilakukan papa dan mamanya,” jelas Gigi yang juga mengutarakan bahwa saat-saat dimana Rafathar dibawa ke lokasi kerja, hal itu pun dimaksudkan sebagai salah satu cara mengoptimalkan waktu bersama anak. Dari penuturannya, sejak setahun ke belakang, Rafathar mulai mengerti pekerjaan yang dilakoni Gigi dan Raffi; and for now he seems to have different interest. Olahraga disebut Gigi sebagai hal yang kini menjadi kesukaan anaknya.

Untuk masa depan kehidupan profesionalnya sendiri, Gigi berharap agar bisa mengerjakan sesuatu yang bersifat lebih long term. Pertimbangan yang melandasi keinginan tersebut luas, bukan cuma berkenaan dengan Gigi dan keluarga saja tapi juga para karyawan di bawah naungan usahanya. Di atas segalanya, ia ingin agar kehidupan keluarga dan kehidupan karirnya bisa seiring sejalan. “Ke depannya ingin semua berjalan dengan berkesinambungan dan bersinergi,” ungkap ibu yang mau momen malam harinya diisi dengan kegiatan menidurkan anak hingga ketika pagi anak terbangun ia melihat sang ibu. “Selalu prioritas ku adalah keluarga,” pungkas Nagita Slavina.