Max Mara SS19, The Women Warriors of Modern Times

Max Mara membuka tirai Milan Fashion Week musim ini, dan TEC terbang ke salah satu fashion capitals tersebut untuk menyaksikan show ini secara langsung.

 

Di masa lalu, sebuah mitos diceritakan dengan seorang pria sebagai karakter pahlawan dalam kisahnya. Tetapi mungkin itulah definisi klasik yang dulu, bukan yang sekarang. Terjemahan The Odyssey dari Emily Wilson telah memudarkan mistranslasi patriarki yang telah terpampang selama berabad-abad. The Penelopiad dari Margaret Atwood dan Circe dari Madeline Miller memberi perspektif baru terhadap cerita-cerita lama. Di sinilah inspirasi koleksi SS 2019 dari Max Mara berasal.

Di masa kini, women warriors bukanlah suku Amazonian yang siap perang. Dengan semangat juang dan kebanggaan yang sama, mereka menjalani hidup mereka dengan tegar, mengejar ambisi mereka tanpa henti, dan melindungi orang-orang yang mereka kasihi. Didedikasikan untuk para perempuan ini, inilah presentasi Max Mara.

Tailoring sempurna bertemu dengan power suits. Permainan layering dilaksanakan dalam palet Mediterranian yang mencakupi warna olive, ochre, putih bersih, dan biru pekat. Di antara jajaran busana monokrom, warna kuning terang mencuri rasa kagum. Kaia Gerber kemudian muncul dalam balutan busana sunshine yellow. We were in awe with the look. And it felt like our heart was shining as happily as that colour. Kasting modelnya diverse, dengan kemunculan Liu Wen, Kaia Gerber, Adut Akech, Irina Shayk, dan Gigi Hadid. Sesuai inspirasinya – walaupun dalam skenario modern, heritage Max Mara tetap hidup.

All in all, we’re glad that Max Mara kickstarted Milan Fashion Week, setting the mood in the right place. Big ups for Max Mara!