Tex Saverio Kembali dengan Koleksi Mode dan Kolaborasi Furnitur

From participating in Fashion Nation to collaborating with Saniharto.

 

Setelah cukup lama tak terdengar, nama Tex Saverio kembali beredar di dunia kreatif lewat beberapa hak. Salah satunya adalah kolaborasinya bersama furniture brand Saniharto yang belum lama ini dirilis. Kerja sama yang mewujud pada Melati Collection ini dilakukan dalam rangka perayaan 35 tahun berdirinya label furnitur tersebut.

Seperti tercermin pada nama koleksi, rangkaian furnitur di kolaborasi itu terinspirasi dari melati yang merupakan bunga nasional Indonesia. Terdapat tiga produk utama pada kolaborasi tersebut, yakni armoire Mahkota (lemari pakaian), credenza Jenar (lemari memanjang berukuran rendah), serta central table Sekar. Aksen dekoratif berupa melati warna emas menghias ketiga produk bermaterial oakwood yang dibuat dengan melibatkan desainer interior Francine Denise tersebut. Anda bisa melihat hasil kolaborasi Saniharto bersama Tex Saverio dan Francine Denise di Indonesia Design District, PIK 2, hingga 31 Oktober 2025.

Beberapa waktu sebelumnya, Tex Saverio juga menampilkan fashion collection baru lewat ajang Fashion Nation edisi XIX di Senayan City. Desainer tersebut memamerkan karya-karyanya di malam pembukaan yang dimeriahkan oleh performance Titi DJ. Tex Saverio menyuguhkan koleksi bertajuk Domina dengan nuansa intricate. It was Agnes Jennifer, who opened the show mengenakan bustier mini dress dan cape beraksen bordir dan crystal beads. Berlatar pencahayaan merah, rangkaian blazer dress, halterneck, shirt hingga tube mermaid dress mendapat intrikasi serupa bersama hiasan apocalyptic yang dramatis.

Berlangsung pada 19-27 September 2025, Fashion Nation diisi oleh show ragam desainer. Termasuk di dalamnya adalah Rinaldy A. Yunardi, Moral, dan Drunk Dad. Noctilume dari Rinaldy memainkan tema kebangkitan dari kegelapan. Pilu gelap itu terwakili lewat material tulle hitam yang menjadi outfit dengan ragam tekstur variatif. Menyempurnakan looks tersebut tersemat body jewellery yang dibuka oleh feather hat dan intricate bustier. Adapula motif rose, heart-shaped, bersama body armor serba emas yang didesain dari perpaduan logam, zirconia, mutiara, kristal hingga semi-precious stone.

Moral dan Drunk Dad menyuguhkan napas streewear yang eksploratif dengan youthful spirit. Napas itu direpresentasikan oleh Moral lewat ragam kreasi unisex denim. Long sleeve shirt dan celana didesain dengan siluet relaks dan diberi sentuhan seduktif dengan hadirnya bra pada padu padan. Ekstensi dari gaya tersebut adalah short sleeve shirt dan mini skirt, vest, kemeja dengan aksen tactical pocket bahkan bustier. Kreasi oversized coat turut dipersembahkan Untuk menegaskan sporty attitude namun tegas.

Drunk Dad membawa attitude romansa pada kreasi unisex yang relaks. Seperti ketika aksi sequins hadir pada paduan tanktop dan midi skirt sebagai look pembuka. Aksen ruffle menghiasi halterneck top, motif polkadot mendekorasi kreasi satin sleeveless top bahkan material sheer lace didesain menjadi turtleneck dress dan gloves bermaterial serupa. Permainan tekstur juga menghiasi kreasi belted coat dan sheer lace pada bagian skirt dari ballerina dress.

Fashion Nation turut menggelar Pameran Gaya Archive yang menampilkan karya 25 desainer anggota Indonesian Fashion Designer Council (IFDC). Mereka adalah Andreas Odang, Adeline Esther, Carmanita, Chossy Latu, Danny Satriadi, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Era Soekamto, Eridani, Ghea Panggabean, Hian Tjen, Ivan Gunawan, Liliana Lim, Mel Ahyar, Monica Ivena, Priyo Oktaviano, Rama Dauhan, Ria Miranda, Sebastian Gunawan, Stella Rissa, Wilsen Willim, Yogie Pratama, Yongki Budisutisna, dan Yosafat Dwi Kurniawan. Masing-masing anggota menyiapkan 3 looks Untuk pameran tersebut dalam palet serba hitam. Pembukaan eksibisi ini dhadiri langsung oleh Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, beserta Sjamsidar Isa, selaku Dewan pengarah IFDC.