Tapaki 16 Tahun, Purana Rilis Lini Baru Homeware dan Ready-to-Wear

Celebrated through an exhibition at Cikini 82.

 

Merayakan usia 16 tahun, Purana membuat sebuah selebrasi dalam rupa pameran di heritage house Cikini 82. Berlangsung beberapa waktu lalu, eksibisi berjudul “A Tapestry of Nature & Culture” itu sekaligus menjadi ajang perkenalan bagi 2 lini baru Purana yang berfokus pada ready-to-wear terinspirasi arsitektur Nusantara serta homeware berjiwa wastra.

Pameran tersebut terdiri dari tiga area yang merangkum perjalanan Purana. Area pertama “Pusaka” memungkinkan pengunjung untuk bermain dengan cap batik dari arsip Purana. Ruang ini menampilkan instalasi gulungan kain dengan pola-pola ikonik yang mewakili mitra komunitas Purana, serta mengisahkan kerja sama dengan institusi pelestari budaya seperti Bakti Budaya Djarum Foundation yang menggandeng pengrajin Batik Semarang. Masih dalam Pusaka, pengunjung dapat mengeksplorasi sebuah sudut bertema rempah-rempah dan mencicipi minuman tradisional di bar “Art of Jamu” yang dipersembahkan oleh Deltomed.

Area “Titian” menampilkan karya Hanafi Kurniawan Sidhartha (HKSIDH/Rembol), perupa yang juga protégé dari maestro Nasirun, berupa instalasi teater wayang kulit modern bertema flora dan fauna. Tema ini sejalan dengan keseluruhan nuansa ruangan, yaitu hutan hujan Indonesia yang tersusun dari kardus-kardus, karya Arief Susanto, pendiri DUS DUK DUK. Instalasi hutan buatan sosok yang masuk Forbes 30 Under 30 tahun 2020 ini telah dirancang untuk dapat didaur ulang setelah pameran. Di dekat “hutan hujan” hadir Bar “Elixir” persembahan Herbana, yang menyajikan mocktail dan ramuan herbal.

Di area “Langgeng”, tamu berjumpa dengan lini Purana Home & Living dan Puragraph sebagai wujud visi jangka panjang. “Purana Home & Living memungkinkan konsumen mengintegrasikan keindahan wastra ke dalam ruang pribadi, mengubah rumah menjadi kanvas budaya,” ujar Nonita. Koleksi ini meliputi taplak, runner meja, sarung bantal, dan akserori tempat tidur. Ada pula koleksi peranti makan hasil kerja sama dengan Sango Ceramics, produsen lokal yang berdiri sejak 1977.

Sementara itu, koleksi awal lini Puragraph meliputi kemeja dan outer yang desainnya menerjemahkan arsitektur rumah tradisional, Joglo. Puragraph akan terus mengeksplorasi warisan arsitektur Indonesia untuk menghasilkan desain yang relevan bagi penikmat fashion berjiwa muda. Mulai dari area pertama hingga ketiga, keseluruhan pameran dihadirkan kepada publik secara gratis dengan melibatkan mahasiswa sebagai pemandu pameran.