Tangkal Kecemasan untuk Kembali Beraktivitas di Luar Rumah

It’s called post-lockdown anxiety.

 

Khawatir untuk kembali menjalani kehidupan di luar setelah masa karantina mandiri dinyatakan berakhir? Anda tidak sendirian. Wabah coronavirus memang banyak membuat orang mengalami kondisi yang disebut post-lockdown anxiety. Apa tanda-tandanya?

Seperti dikutip dari situs Harper’s Bazaar UK, Glenys Jackson yang merupakan ahli klinis divisi Mental Health di Bupa menyebut beberapa gejala dari sindrom tersebut adalah khawatir tentang masa depan, kesusahan tidur, kerap merasa lelah, mudah kesal, atau mengalami kesusahan berkonsentrasi, jantung berdegup kencang, sakit perut, kesulitan bernapas, atau berkeringat berlebihan.

Ciri-ciri post-lockdown anxiety lainnya, sebagaimana dijelaskan oleh Dr Elena Touroni yang merupakan psikolog dan co-founder dari The Chelsea Psychology Clinic, ialah perasaan menahan diri dari hal-hal yang biasa dilakukan akibat ketakutan, sakit kepala, mual, dan sakit perut. Bad mood yang berlebihan, datangnya pikiran-pikiran negatif tentang berbagai hal, serta rasa ingin membersihkan segala hal akibat ketakutan akan virus juga merupakan tanda-tanda post-lockdown anxiety akibat pandemi coronavirus

Anxiety muncul ketika kita membayangkan atau berusaha memprediksi terjadinya situasi yang tak diharapkan di tengah segala ketidakpastian yang ada. Meski kekhawatiran merupakan wujud normal dari upaya untuk survive dan memang dapat berguna, namun jika berlebihan akan membawa dampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik. Lalu bagaimana mencegah kekhawatiran berlebihan tersebut? Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan.

 

Practice acceptance
Ada banyak hal yang terjadi di luar kontrol kita. Mempraktikkan acceptance atau penerimaan terhadap keterbatasan kita dan juga mempraktikkan self-compassion bisa membantu untuk melepaskan rasa stres dalam pikiran.

Be present
What pleasure can you take from this moment right now? Mulai hari Anda dengan sebuah meditasi singkat untuk membantu Anda lebih tenang dan fokus pada kesenangan dan kebahagiaan yang bisa Anda nikmati pada saat sekarang sehingga terhindar dari rasa takut atau gelisah yang berlebihan. 

Manage news consumption
Hati-hati dengan konsumsi informasi atau berita. Informasi yang beredar di media sosial tidak selalu benar. Jika Anda langsung mempercayai segala informasi yang didapat, hal tersebut malah akan menyebabkan kegelisahan. Cobalah untuk hanya mengikuti sumber berita yang terpercaya saja. Batasi juga jumlah berita yang Anda konsumsi dalam sehari serta upayakan agar ada kesimbangan antara berita positif dan negatif.

The bigger picture
Lihatlah situasi ini dengan kacamata berbeda dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai hidup Anda. Misalnya tentang bagaimana Anda akan lebih bisa mengapresiasi pertemuan dengan teman dan keluarga, atau hal positif lainnya.