Designed with boho soul.
Ketika Amada Gratiana menjelaskan ilham di balik koleksi terbaru Ghea Resort di pop-up store-nya yang berada di dalam Ashta District 8, terasa bagaimana passionate-nya ia akan kultur daerah-daerah Nusantara. Hal serupa pun tampak pada saudaranya, Janna Karina, kala mempresentasikan koleksi terbaru di momen berbuka puasa. Jelas ini adalah legasi yang diturunkan sang ibunda, desainer senior Ghea Panggabean, yang luas diketahui mengolah kekayaan budaya Indonesia untuk koleksi-koleksinya.
Kecintaan Soekasah sisters kepada unsur-unsur budaya lokal lewat Ghea Resort sudah disuarakan sejak label itu perdana berdiri pada tahun 2020. Mulai dari tenun ikat Borneo, kebudayan suku Dayak hingga Mentawai diolah menjadi motif-motif yang membawa karakter etnik nan kental. Tak hanya itu, beberapa motif lainnya diangkat demi tujuan membawa dan meningkatkan kesadaran perihal hewan-hewan lokal yang patut dilestarikan seperi Gajah Borneo Pigmy dan Harimau Sumatera.
Pada koleksi terbaru yang meluncur pada bulan Ramadan, kultur Sunda menjadi tema besarnya. Berjudul “Sundaland”, koleksi ini menampilkan 5 elemen flora-fauna tanah Jawa Barat yang terdiri dari tanaman Acung Jangkung, bunga Patrakomala, tumbuhan Jamuju, pohon Gandaria, dan burung Ekek Geling yang cantik namun sayang terancam punah. Diharapkan dengan motif-motif kekayaan alam itu, orang-orang lebih cinta Indonesia dan semakin sadar akan pentingnya pelestarian kekayaan alam bangsa.
Dari segi desain, jiwa bohemian yang juga melekat pada gaya kedua saudara kembar itu kembali dituangkan sebagaimana koleksi-koleksi Ghea Resort sebelumnya. Tak heran bila siluet-siluet kaftan dijumpai pada koleksi ini. Satu pendekatan berbeda yang diterapkan Amanda Janna twins kali ini adalah adanya penggunaan warna-warna pastel yang lebih lembut. Dengan estetika yang demikian, tentu saja rancangan-rancangan tersebut cocok untuk digunakan untuk acara-acara Ramadan atau bahkan hari raya Idul Fitri.
Last but not least, pada pieces-nya, Anda bisa membaca sebuah pesan bermakna berbunyi “Bersyukur dan Berkaya”. Aksen kalimat pada kreasi-kreasi koleksi ini adalah tribute bagi wejangan kakek – juga berdarah Sunda – yang selalu diingat Amanda Janna.