A beachfront sanctuary with the touch of Bali.
Siang itu saya baru saja menyelesaikan liputan Dior Riviera di Bali. Letih, memang, tapi tetap bersemangat karena setelah ini, saya dan keluarga siap melanjutkan liburan musim panas kami di The Laguna, a Luxury Collection Resort & Spa, Nusa Dua.
The Laguna adalah beachfront sanctuary yang memikat, dengan taman tropis rimbun dan tujuh laguna indah yang menciptakan suasana tenang namun mewah. Sebagai bagian dari The Luxury Collection, resort ini menghadirkan pengalaman yang locally inspired, penuh sentuhan budaya, dan terhubung erat dengan tradisi Bali.

Mobil Alphard hitam berstiker logo The Laguna menjemput tepat waktu. Begitu memasuki kawasan Nusa Dua, hati saya langsung melankolis. Mungkin karena teringat masa kecil, ketika Bali adalah satu-satunya destinasi liburan keluarga paling menyenangkan di seluruh Indonesia. Perasaan personal ini ternyata berkelanjutan hingga 4 hari ke depan.
Setibanya pukul 3 sore, kami disambut welcome drink segar, penari Bali, dan lantunan gamelan yang hangat. Setelah check-in, sebuah buggy membawa kami menuju Villa 510 yang katanya adalah vila favorit di sini. Benar saja, easily one of the best villas we have ever stayed in! Terletak di area paling privat, vila ini luas, punya kolam renang pribadi, dikelilingi taman tropis, serta dilengkapi area in-villa spa untuk memanggil terapis langsung ke kamar.
Malamnya, kami menikmati makan malam sembari ditemani wine pilihan di Arwana. Sarapan setiap pagi kami tersaji di Banyubiru dengan pilihan internasional lengkap dan kopi yang perfectly brewed. Sebelum pulang, kami juga mencoba Kulkul Beach House, sebuah spot santai di tepi pantai dengan menu segar dan cocktail yang on point. Pada malam terakhir, kami memilih makan ringan di Bale Lounge sambil menikmati pertunjukan seni di bawah pohon rindang, ditemani cahaya bulan. Bagian ini menjadi pengalaman yang tak hanya indah, tapi juga begitu berkesan.

The Laguna Bali memang istimewa dalam menawarkan dining and wellness experiences. Resort ini juga memiliki program Indigenous Bali, sebuah signature storytelling series yang menggali kekayaan budaya, seni, dan kuliner Pulau Dewata. Setiap musim menawarkan cerita dan pengalaman baru, mulai dari regionally inspired cuisine, hands-on activities, hingga ritual spa yang terinspirasi dari sembilan kabupaten di Bali.
Empat hari tiga malam rasanya terlalu singkat untuk mengeksplorasi semua yang ditawarkan. Kalau kembali nanti, saya ingin mencoba Lagoon Access Room yang memungkinkan kita langsung nyebur dari teras pribadi ke salah satu dari tujuh laguna jernih, atau mungkin Beachfront Villa yang menghadap Samudra Hindia dengan pasir putih dan ombak tenang.
Juga, Be Epicurean Moments yang merupakan pengalaman kuliner yang dimulai dengan Jamu Ritual setiap pukul 5.30 sore di de Bale Lounge, tur budaya, hingga cooking class di tepi laut bersama chef resort. Hopefully sooner rather than later.