Shanghai Fashion Week Beralih Platform Akibat Coronavirus

Going online through Tmall.

 

Shanghai Fashion Week, yang sebelumnya dinyatakan ditunda akibat wabah coronavirus, akan berlanjut sesuai jadwal namun dalam format online dengan bekerjasama dengan Tmall marketplace milik Alibaba Group. Acara tersebut merupakan salah satu dari banyak acara mode di seluruh dunia yang berubah jadwal maupun dibatalkan akibat coronavirus.

Komite Shanghai Fashion Week melalui akun WeChat resminya beberapa waktu lalu mengatakan bahwa acara pekan mode Shanghai itu akan berjalan pada tanggal 24-30 Maret dan penonton dapat menyaksikannya melalui live streaming.  “We hope this new form will allow designers to try different ways to display their design and different channels to market and sell,” ucap Lu Xiaolei, vice secretary dari komite Shanghai Fashion Week, kepada Business of Fashion. 

Akibat penyebaran coronavirus, berbagai fashion event di seluruh dunia terdampak. Giorgio Armani menggelar fashion week tanpa penonton di Milan Fashion Week (ia menyumbang 1,25 juta euro ke berbagai rumah sakit dan institusi untuk membantu melawan coronavirus). Cartier membatalkan presentasi aksesorinya pada awal Maret lalu. Ralph Lauren juga membatalkan rencana peragaan busana Fall/Winter 2020 di New York pada April mendatang. Begitu juga dengan Tokyo Fashion Week dan Seoul Fashion Week yang seharusnya berlangsung pada Maret ini.

Selain membuat berbagai rencana kegiatan mode ditunda atau dibatalkan – bahkan fashion shows yang jadwalnya masih beberapa bulan ke depan – wabah coronavirus juga meyebabkan menurunnya harga saham-saham label fashion.