A reflection of an imaginative journey.
Empat puluh tahun merupakan lanskap panjang dalam karier seorang fashion designer. Bagi Adrian Gan, rentang waktu tersebut menyimpan memori, keberanian, dan proses yang membuka ruang personal; sebuah momen hening untuk menoleh ke belakang sebelum melangkah maju. Refleksi dan perjalanan kreatif tersebut bermuara pada koleksi bertajuk “Séance”, istilah bahasa Prancis yang berarti duduk bersama.
Séance dimaknai sebagai sebuah ritual kreatif. Fragmen masa lalu dan masa kini dirangkai menjadi dialog lembut antara memori dan harapan, yang dihidupkan kembali melalui napas imajinatif. Representasi visual dari gagasan ini hadir dalam bentuk melted clock raksasa beraksen bunga dalam nuansa surealis, yang menjadi pusat pesona venue presentasi di ballroom Hotel Mulia Senayan.
Show dibuka dengan sepasang peraga yang mengenakan setelan dan skirt suit berbahan fabric bertekstur, seolah tercabik, menghadirkan atmosfer gothic yang kuat. Ketertarikan Adrian pada material dan nuansa vintage berlanjut melalui dress dengan konstruksi crinoline khas era Victorian, diterjemahkan ke dalam potongan A-line yang lebih ringkas dan modern.
Kepraktisan tampil melalui paduan light coat dan cropped turtleneck berbahan lace dengan aksen patches, serta atasan berkerah bunga dengan material ratusan juntaian tali intricate yang dipadukan dengan celana kulot. Vibe romantis hadir lewat flowery motif dalam aksen bordir pada evening lace dress bertona emas yang mewah dan refined.
Aksi tailoring tampil impresif melalui jaket majorette dengan aksen bordir motif mata yang surreal, menghiasi area peplum. Atasan lace dengan Japanese button a la Kebaya dipadukan bersama coat bermaterial kilap, menyisipkan inspirasi Nusantara dalam karyanya. Hadir pula Kebaya janggan collarless dengan potongan dekonstruktif, hingga velvet cape bermotif wayang yang rich dan eklektik.
Whimsical spirit of the show returns lewat sepasang peraga yang menjelma menjadi karakter utama folktale tradisi Appalachian, The Owl and The Rabbit. Tampil harmonious dalam palet black and white, masculine and feminine, keduanya memadukan tailored tuxedo dan off-shoulder white dress, seolah tengah mengikat janji suci di runway. Goth romance is in the air.