Scent of Freedom by Jo Malone and Zara Fragrance Collaboration

Complex but individual.

 

Makna kebebasan ditranslasikan pada level baru oleh Jo Malone lewat kolaborasi bersama high street retailer asal Spanyol, Zara. Melalui kolaborasi ini, sosok pendiri Jo Malone London yang meninggalkan perusahaan itu pada tahun 2006 dan mendirikan brand Jo Loves pada tahun 2011 tersebut meracik 8 jenis wewangian yang bisa dikenakan secara unisex.

I have always created fragrances to be blended together. Similar to fashion, you have the freedom to be experimental,” tutur Jo kepada Harper’s Bazaar Inggris menjelaskan konsep koleksi kolaborasi ini. Sang perfumer pun merekomendasikan untuk bereksperimen demi meraih kesan wangi yang personal sebagai bagian dari gaya individual. We do agree. Memang perlu eksperimen untuk menciptakan sebuah karakter unik. Tak terkecuali pun untuk wewangian.

Untuk mendefinisikan kemewahan, racikan eau de parfum nan intens tercipta dari kombinasi wangi bunga, kayu, dan buah. Salah satunya adalah ‘Fleur D’Oranger’ yang segar dan cocok untuk momen akhir pekan. Bagi Anda si free-spirit, ‘Fleur De Patchouli’ dengan komposisi bunga peony, patchouli, dan kayu guaiac atau ‘Bohemian Bluebells’ dengan ekstrak lavender, sandalwood, dan musk menjadi rekomendasi pas. Selain varian-varian itu, beberapa kreasi lainnya adalah  Vetiver Pamplemousse, Ebony Wood, dan Tuberose Noir. Bernama Zara Emotions by Jo Loves, koleksi parfum ini sudah dirilis pada bulan November.