Ritsue Mishima for Weekend Max Mara Fall/Winter 2019

Transparent artworks behind the Chaotic Elegance silhouette.

 

Untuk Fall/Winter 2019, Weekend Max Mara memperkenalkan Signature Collection terbaru bertajuk “Chaotic Elegance”. Terinspirasi dari karya-karya seniman master glass asal Jepang, Ritsue Mishima, koleksi ini menggabungkan bahan dan bentuk dengan cara yang unik dan tak terduga. Pada koleksi ini, perpaduan kain, tekstur, serta warna tampak menyandingkan dua dunia berbeda yang menghasilkan nuansa chaotic elegance. Mishima sendiri terkenal dengan karyanya yang menciptakan bentuk-bentuk organik dari kaca transparan. Kreasi-kreasinya merupakan hasil perpaduan dari teknik tradisional berusia ribuan tahun dan karakter Mishima yang bebas.

Selama Milan Fashion Week Fall/Winter 2019 lalu, Mishima menghadirkan karya seni instalasi yang dinamakan “Trasluce” di kantor pusat Weekend Max Mara, Piazza del Liberty. Pada instalasi “Trasluce”, potongan-potongan koleksi Chaotic Elegance disandingkan dengan patung-patung kaca buatan Mishima yang menggantung dari langit-langit kubus. Instalasi seni ini menciptakan dialog antara patung-patung kaca dan potongan-potongan koleksi yang melahirkan bentuk ekspresi baru dan modern.

Bagaimana proses kolaborasi Mishima dan Weekend Max Mara? Berikut ini adalah hasil petikan wawancara brand Italia itu dengan seniman kelahiran Kyoto tahun 1962 tersebut.

 

Apakah ini pertama kalinya Anda bekerja dengan fashion brand? Apa kaitan Anda dengan fashion

Tidak, ini bukan pertama kalinya. Akan tetapi, menurut saya proyek baru adalah awal yang baru, sebuah tantangan baru dalam pekerjaan saya dengan kaca. Saya suka fashion, saya perlu mengekspresikan diri setiap hari.

Bagaimana koleksi Chaotic Elegance yang dibangun atas dasar kontras ini berkaitan dengan cara Anda mengekspresikan diri melalui karya-karya Anda?

Sesungguhnya saya tidak mendasarkan karya saya pada kontras, tetapi saya mencoba untuk membedakan satu bagian dari yang lain. Koleksi “chaotic” ini melanggar aturan dan mengeluarkan semangat bebas dan sisi masa kecil, dengan cara yang mirip dengan karya saya.

Mengapa Anda memilih kaca sebagai elemen ekspresif dari karya seni Anda?

Saya datang ke Venesia atas alasan pribadi dan saya tinggal di sana. Suatu hari, saya sedang mencari vas untuk menaruh bunga di rumah saya, namun karena saya tidak mendapatkannya, saya pergi ke Murano untuk meminta dibuatkan vas dari sketsa saya. Begitulah semuanya dimulai.

Karya Anda dicirikan oleh tidak adanya warna. Apa alasan dibalik pilihan ini?

Dalam kaca transparan terpapar semua warna, warna-warna dari lingkungan sekitarnya dan orang-orang yang melihatnya. Konsep karya saya adalah cahaya karena hal tersebut mampu menciptakan ribuan bentuk dan warna dalam kaca transparan.

Dapatkah Anda ceritakan tentang instalasi “Trasluce” yang dibuat khusus untuk presentasi koleksi Weekend Max Mara?

Koleksi busananya tercipta terlebih dahulu. Instalasi saya untuk Weekend Max Mara hadir dalam sebuah kubus di ruang showroom Milan. Kubus tersebut transparan dan berisi koleksi Chaotic Elegance dan karya-karya kaca saya. Di dalam kubus terdapat pahatan menggantung dari langit-langit; yang menjadi pusatnya adalah pahatan bentuk salib dan berperan sebagai lay figure. Di sana terdapat juga patung dinding, yang terbuat dari banyak mata cahaya” di kaca cermin.

Anda mengatakan “Kubus itu menjalin banyak elemen yang berbeda, meleburkannya menjadi ekspresi baru.”  Bisakah Anda jelaskan lebih lanjut mengenai hal itu serta bagaimana koleksi busananya berkaitan dengan karya instalasi?

Semua komponen di instalasi ini terhubung melalui cahaya, mengubah mereka menjadi sesuatu yang baru. Karya seni tersebut dirancang sebagai cara baru dan berbeda untuk menyuguhkan dan menghubungkan pakaian. 

Apa proyek Anda selanjutnya?

Pada tahun ini saya ingin menulis buku baru tentang pekerjaan saya dan saya juga sedang merenovasi rumah saya di Kyoto.