Review: Haute Couture Spring/Summer 2022

Seeing different approaches.

 

Kondisi dunia masih tidak menentu dan aturan keselamatan berubah begitu cepat. Di tengah ketidakpastian itu, pekan haute couture tetap berlangsung. Para desainer dan rumah mode menyajikan beragam kreasi apik dalam pendekatan berbeda demi menjadi adaptif. Dimulai dari merenggangkan definisi kemewahan, memperluas standar cantik, atau justru mengolah sumber daya dasar karena keterbatasan.

Pierpaolo Piccioli menjadikan bentuk tubuh sebagai acuan kreasi Valentino. Si model curvy, Anna Ewers, mengenakan yellow slip mini dress dengan aksen draping dan knot menjuntai yang justru memperjelas bentuk tubuhnya. Pun dengan Kristen McMenamy yang mengenakan kreasi tube dress berbelah dan dalaman ruffle hitam yang menyiratkan nuansa youthful, meski sang model kini telah berusia 57 tahun. Age is just a number

Sentuhan tangan memang layak dihargai tinggi. Maria Grazia Chiuri berkolaborasi bersama pasangan seniman asal India, Madhvi dan Manu Parekh, the Chanakya Atelier dan the Chanakya School of Craft untuk menyisipkan ornamen intricate pada koleksi Christian Dior. Sebuah kreasi one-side bodysuit bila dilihat saksama telah melalui kristalisasi sempurna untuk materialnya, begitu pula dengan crochet long dress berpalet off-white. Sisanya, format dan siluet yang ditampilkan telah banyak diulang di musim lalu. 

Berangkat dari Roma yang dijuluki Kota Abadi, Kim Jones untuk Fendi juga merayakan nilai tinggi dari craftsmanship. Ornamen embroidery bermotif baroque melingkar indah di bagian belakang kreasi cape dress ungu dan aksen beads pipih dipola rapih melingkari leher dan menjuntai pada long dress yang menciptakan nuansa celestial. Sedangkan kreasi taffeta dress dengan tatahan kristal, ruffle dress arsitektural, hingga korset top yang juga membutuhkan waktu pengerjaan tak sebentar juga hadir di koleksi Jean Paul Gaultier oleh Glenn Martens dari Y/Project sebagai kolaborasi satu musim. 

Dari rumah mode Schiaparelli, Daniel Roseberry berhasil memikat perasaan unexpected dari filosofinya kini untuk menerjemahkan kreasi surealis. Ia bermain dengan body jewellery berproporsi dan siluet arsitektural palet emas yang mengundang keseruan secara visual. Nuansa jenaka juga disajikan oleh Viktor & Rolf lewat kreasi power shoulder yang didesain membingkai leher. Duo desainer tersebut terinspirasi oleh figur mitos horror, drakula yang seakan menjadi metafora akan fear yang kerap muncul dalam beberapa tahun terakhir. 

Virginie Viard di rumah mode Chanel mungkin menampilkan sensasi dengan memunculkan pewaris takhta Monako, Charlotte Casiraghi berkuda ketika membuka pagelaran presentasi dan menggandeng seniman Xavier Vellhan untuk meracik komposisi koleksi musim ini. Namun, siluet dan proporsi yang ia tampilkan kembali mengacu pada era 90’an yang merupakan favoritnya.

Di lain sisi, Elie Saab justru Tampil extravagant dengan ornamen bunga multi-warna dalam rupa embroidery, aksen beads dan sequins dalam 55 looks kreasi evening dress istimewa. Ia bisa disebut stuck with the past akan desainnya, namun Langkah ini realistis mengikuti telaahannya akan selera muse dan clientele-nya yang ia kenal dekat.