Pendekatan Art & Craft di Perhiasan dan Jam Tangan Hermès

Playing with the shadow and the scarves.

 

Bagi rumah mode Hermes, hubungan antara warna dan efek cahaya merupakan inspirasi yang secara artisanal diterjemahkan menjadi koleksi perhiasan Le Jeux de L’Ombre. Pierre Hardy menciptakan intricacy dengan treatment istimewa yang berhasil menampilkan tekstur, kontur, volume maupun kilau distingtif kaya craftsmanship. This is about the artistic interpretation of shadow.

Pada koleksi high jewellery ketujuh yang dirilis oleh Hermès, sang master melakukan pendekatan art & craft. Tatanan black spinel, blue sapphires, dan  flat-cut white diamonds bersanding kalung Chaînes d’ombre yang pengerjaannya memakan waktu 2.000 jam. Sementara, kompleksitas ragam yellow diamonds, brown diamonds, spessartite garnets, tsavorite garnets, dan tourmalines yang rough juga uncut menciptakan visual eklektik pada cincin juga anting untuk model Lumières Brutes. Koleksi Lueurs terdiri dari rings, earrings, dan necklace bermaterial jade. Untuk rangkaian Ombres Mobiles digunakan titanium dan rose gold.

Dalam ranah horologi, pendekatan art & craft Hermès didefinisikan dengan treatment berbeda. Sang rumah mode mengkreasikan efek miniatur pada bagian dial jamHermès Arceau Story  yang merupakan versi motif dari scarf karya John Burton. Tak hanya playful dengan menampilkan motif hewan alam liar, karakter figur fiktif yang disematkan juga menambah suasana fun. Intricacy-nya hadir dengan perpaduan wood marquette, enamelling, miniature painting dan engraving.

Dua desain dial menggemaskan dirilis dan disuguhkan secara sophisticated. Versi harimau menampilkan wood marquetry yang mencakup 290 elemen miniatur dari tulipwood, plum, ash-olive, maple dan sycamore. Rupa hewan pendukungnya seperti kupu-kupu, hummingbird dan merak, juga kura-kura bertopi bowler di-engraved emas dan dicat oleh tangan pengrajin. Ada pula versi figur princess yang menggunakan selfie-stick sedang menunggang kuda. Ia dikelilingi oleh kelinci, monyet, burung merak dan rangkong yang secara dua dimensi dicat di atas material mother-of-pearl.

Berdiameter 38 mm, keduanya dibekali dengan automatic Hermès Caliber H1912 yang tahan hingga 50 jam. Tatahan 82 butir berlian juga menghiasi bezel yang kesan lux-nya diperkuat dengan strap material alligator. Bedanya, versi motif harimau hadir dengan rose gold bezel dan dirilis terbatas hanya sebanyak 12 pieces, sedangkan versi riding horse princess ber-bezel emas putih dirilis sebanyak 24 pieces di seluruh dunia.