Pandora Targetkan 100% Penggunaan Emas dan Perak Daur Ulang

Getting more eco-friendly.

 

Pandora mengambil sebuah langkah penting dalam visi ramah lingkungan. Brand perhiasan asal Denmark ini menjadikan tahun 2025 sebagai target pemanfaatan emas dan perak daur ulang sebagai komponen dasar untuk seluruh produknya.  “The need for sustainable business practices is only becoming more important, and companies must do their part in response to the climate crisis and the depletion of natural resources,” ucap Alexander Lacik, CEO Pandora.

Proses penambangan emas dan perak mengakibatkan pencemaran lingkungan. Dengan memanfaatkan emas dan perak daur ulang, dampak lingkungan bisa dikurangi. Termasuk di dalamnya adalah pengurangan emisi CO2, pengurangan penggunaan air, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, Pandora sendiri telah menggunakan bahan baku emas dan perak daur ulang sebesar 71% untuk koleksi-koleksi perhiasannya.”For many years, Pandora has used recycled metals in our designs. Now we are ready to take the next step and stop using mined silver and gold altogether. This is a significant commitment that will be better for the environment and make our jewellery more sustainable,” jelas Lacik.

Melengkapi komitmen penggunaan 100% emas dan perak daur ulang pada tahun 2025, Pandora juga memastikan penggunaan bahan baku yang tersertifikasi dan didapat secara responsible. Ini merupakan wujud komitmen Pandora sebagai certified member dari Responsible Jewellery Council dan salah satu signee dari UN Global Compact.