Olah Tenun Sundawa oleh Denny Wirawan

The beauty of East Lombok.

 

Kekayaan alam dan budaya Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menjadi inspirasi koleksi Spring/Summer 2020 Balijava. Rangkaian busana karya desainer Denny Wirawan yang mengolah tenun Sundawa dari desa Pringgasela itu disuguhkan dalam sebuah peragaan mode di restoran Kembang Goela yang dilangsungkan pada akhir September lalu. Sebanyak 45 look bergaya etnik modern  di koleksi tersebut menampilkan permainan tabrak corak dan skema layering.

Motif wastra tenun Sundawa didominasi oleh bentuk garis yang menggambarkan alam sungai di Lombok Timur. Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak-benda Indonesia pada tahun 2018 oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, tenun ini dibuat melalui proses yang panjang, mulai dari tahap pemintalan kapas hingga proses tenun menggunakan alat tradisional bernama Gedogan. Untuk pewarnaannya, tenun Sundawa menggunakan bahan-bahan alam. Para pengrajin tenun menggunakan daun nila yang menghasilkan pasta indigo untuk warna biru muda. Kayu sejaraman diolah untuk menghasilkan warna coklat muda atau krem. Warna hijau muda didapat dari daun dan bunga putri malu.

See Also:  A Star Through Time, An Immersive Exhibition from Zenith

Bagi Denny Wirawan, koleksi ini merupakan bentuk kelanjutan komitmen dalam melestarikan warisan wastra Nusantara melalui label Balijava yang telah mengangkat kain-kain tradisionl Indonesia sejak tahun 2008. “Ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan tenun Sundawa kepada para pecinta mode dan mengembangkannya dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya,” ucap Denny Wirawan yang juga menjelaskan bahwa judul koleksi Pringgasela diartikan pula sebagai gabungan kata Sanskerta “Pringga” dengan arti “Pribadi” dan  kata Indonesia “Sela” dengan arti “Ruang”. Melengkapi rancangan-rancangan busana Balijava pada show kali ini adalah kreasi-kreasi aksesori E.P.A Jewelry by Eliana Putri Antonio.