Momentum Minimalis dan Fungsional di Hermès Fall/Winter 2020

What is beautiful must be useful.

 

Hal yang superficial maupun berlebihan tampaknya bukan menjadi bagian dari visi estetik Nadège Vanhee-Cybulski dalam hal mendesain. Ini tampak pada koleksi terbaru Hermès Fall/Winter 2020 rancangan sang creative director. Vanhee-Cybulski memilih minimalisme sebagai “alat” untuk kembali fokus pada hal-hal penting seperti aspek fungsionalitas. Dalam penjelasan tertulis mengenai koleksi tersebut, ia menyebut “What is beautiful must be useful”. Vanhee-Cybulski mewujudkan konsep itu ke dalam rangkaian look dengan siluet structured, tegas, sekaligus bold dengan eksplorasi palet warna primer.

Kali ini, ilham untuk ekspresi minimalis tersebut bersumber dari karya desainer Jean-Charles de Castelbajac. Sebagaimana visi modernist dan penuh warna dari karya sang desainer diterjemahkan secara playful yang hadir lewat aksen tiang-tiang multiwarna sebagai dekorasi show nan artistik, nuansa colorful tersebut turut diaplikasikan di koleksi dalam rupa paduan kemeja aksen knit cuff layaknya sports jacket dan pleats skirt bernuansa dinamis. Penggunaan skema color-block serta penekanan pada aspek fungsionalitas pada karya-karya Hermès Fall/Winter 2020 ini juga merujuk pada gerakan seni Bauhaus pada awal abad ke-20. “Well—it’s a bit of the school of the Bauhaus—that process of stripping away the superficial to get to the functional,” ucap Vanhee-Cybulski.

Pesona craftsmanship yang menjadi kekuatan leather house ini turut ditampilkan lewat aksen pleats yang menghiasi bagian chest dari kreasi knits. Lewat gaya minimalis ini, Vanhee-Cybulski juga menghadirkan sentuhan gaya berani. Terlihat dari transisi look dari koleksinya yang seakan menerjemahkan gaya equestrian klasik menuju tampilan perempuan modern. Eksplorasi material leather diolah menjadi padanan celana bersama twill scarf dan knits, kulot aksen quilted bersama poncho hitam dan knits warna merah menyala, maupun jaket dan culotte jumpsuit berwarna taupe bergaya effortless. Sementara itu kreasi padu padan setelan dengan celana leather atau knit sweater pas tubuh dengan rok midi aksen lipit nuansa hitam di bagian samping merepresentasikan gaya career woman yang liberated, fearless sekaligus penuh kebebasan.