Milan Fashion Week Fall 2022: Max Mara, Prada, Margiela, Moschino

From artsy to funky.

 

Bentuk protes pada perang dunia I dan II kala itu memunculkan sebuah gerakan di dunia seni yang disebut Dadaisme. Di tahun 2022 ini, Ian Griffiths creative director rumah mode Max Mara merespon realita dunia lewat kreasi musim dingin yang bernuansa konstruktivis namun modernist. Tekstur ribbed knits dalam tona merah dikreasikan menjadi turtleneck maxi dress beraksen zipper di bagian sleeve, sementara camel trench kasmir dikombinasikan bersama puffer top dan rok mini faux fur. And lots of balaclava membuatnya seakan relevan dengan gaya modest-dressing. Karya marionette dari seniman Sophie Tauber-Arp merupakan inspirasinya sebagai representasi di ranah digital age.

Bila gerakan seni menginspirasi Ian Griffiths, Miuccia Prada dan Raf Simons terpikat untuk menampilkan kontekstual yang kontras. Nuansa maskulin namun feminin, dimulai dari tailored jacket hingga MA-1 bomber yang dipadu bersama ragam kreasi rok bermaterial transparan seperti undergarment. Tampilannya begitu luxurious dan slinky lewat aksen applique, multi-textures dan feathers. Ada pula gaya street dari kreasi basic white tank top logo Prada namun intricate bersama paduan rok berpalet hitam dan pink metallic juga material transparan aksen applique

(Left to right: Max Mara, Prada, MM6 Maison Margiela, Moschino)

Di MM6 Maison Margiela, kekuatan adalah genderless dan uncensored. Filosofi tersebut terwakili oleh ragam kreasi suiting bergaya streetwear yang eksploratif. Mereka tampil dalam material nilon palet hitam, proporsi boxy warna pink pastel, snakeskin acid-finished maupun rubber-like materials layaknya alat kontrasepsi dalam siluet sleeveless. Koleksi ini turut menampilkan kreasi sneakers perdana bersama Salomon yang colourful nan funky.

Sementara Jeremy Scott seakan menjawab pertanyaan, “what if you wear the furniture?” Di koleksi Moschino. Ilhamnya mengerucut ke bagian boudoir atau woman’s private salon dalam nuansa menggelitik. Seperti rupa karpet persia beserta rumbainya yang ia sulap menjadi one-shoulder long dress. Ada pula flower wallpaper yang dikreasikan menjadi cape-collar neckline dress dengan head-accessory menyerupai tudung lampu karya Stephen Jones dan maxi dress mirip grandfather clock. Some moment to have a laugh is not wrong!