Mengenal New Threads, Program Inkubasi Pillar dan Plaza Indonesia

Having Two Stitches as its first participant.

 

Satu recurring treatment yang terlihat dalam koleksi Two Stitches pada gelaran Plaza Indonesia Fashion Week tahun ini ialah sayatan-sayatan yang diterapkan pada outerwear, baik dalam bahan denim maupun lainnya. Efek belahan-belahan itu menjadikan item-nya sebagai sebuah statement piece. Tanpa perlu formula styling ala co-founder Jonathan Andy Tan yang ekstra, luaran tersebut dapat dipakai melapis kaos atau kemeja sederhana dan akan secara instan menciptakan nuansa yang lebih fashion-savvy. Hal serupa juga bisa dikatakan tentang houndstooth jacket model peplum atau double shirt yang dibalut dengan sheer outer.

Mungkin hal itu berkaitan dengan strategic attitude khas Andy Tan yang terbentuk dari background karirnya. A long-time friend of ours — and of many fashion-editorial crews — Andy Tan was known as ELLE Indonesia’s eccentric editor, bouncing from desk work to photoshoots and then straight into nights filled with fashion shows. It was easy to see how a single statement piece could become his style ammunition amid the nonstop rush of the fashion world.

Two Stitches menamai realita modern padat kesibukan itu sebagai “Swarmpolis” yang menjadi judul koleksi. Pada lansekap imajinasi brand kelahiran 2023 ini, para urban swarm memiliki besaran energi keseharian yang berbanding lurus dengan ekspresi modenya. Dari commuting ke pusat kota, kerja nine to five (or even more), hingga kembali ke rumah, gerombolan pejuang nafkah tersebut tampil stylishly carefree and bold dalam pendekatan street style yang meradiasi ragam karakter personal. From daring and sexy to preppy and quirky.

Terselip di antaranya adalah menswear looks yang menyertakan rok sebagai elemennya. Contohnya mini skirt yang menjadi padanan jaket kombinasi dua material. Ini menjadi representasi perlawanan terhadap kekakuan kategorisasi busana berdasar gender; sebagaimana personal image dari co-founder Jerome Kurnia yang dikenal khalayak. Seperti diketahui, aktor tersebut tak ragu untuk tampil dalam balutan busana feminin pada beberapa kesempatan maupun proyek foto.

Di mata Pillar, peritel yang turut memasarkan koleksi Two Stitches, identitas yang ekspresif menjadikan label tersebut sebagai peserta pertama dari program inkubasi New Threads. “Two Stitches stood out to us for their belief that fashion is about how you feel, not the label you wear – blending comfort, simplicity, and self-expression in every piece,” ungkap Riza Agrimayani, Brand Manager of Pillar.

New Threads adalah program inkubasi dari Pillar dan Plaza Indonesia yang dirancang untuk membina serta mendukung label-label fashion baru dan berkembang. Program ini memberikan pendampingan, exposure, dan berbagai peluang. Inisiatif ini berkomitmen untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi di kalangan desainer lokal muda, serta berkontribusi pada lansekap fashion Indonesia yang kian berkembang.

The New Thread is our way of championing fresh fashion talent. We believe in empowering the next generation of designers – giving them not just a platform, but the tools, network, and confidence to transform their creative vision into a thriving brand,” jelas Agrimayani. Hal senada juga diungkap oleh Zamri Mamat, Deputy Chief of Marketing of Plaza Indonesia. Ia menegaskan komitmen Plaza Indonesia untuk memberikan platform bagi desainer dan label agar dapat menjangkau audiens lebih luas dan terhubung dengan dunia high fashion.