Maudy Ayunda Refleksikan Twist & Turn Kehidupan

Trusting the inner voice.

 

Siang itu, udara di luar mendung. Namun, kesibukan di dalam studio cukup menjadi penghangat suasana. Saya mencari sudut yang paling memungkinkan untuk bisa duduk berdua dengan Maudy Ayunda dan melangsungkan sesi interview hari itu. Segelas kopi panas, catatan di iPad, dan kacamata baca telah saya persiapkan sebelumnya. Tepat jam 2 siang, yang ditunggu-tunggu pun datang.

Hi, Maudy, saya ingin membuka obrolan dengan sebuah pengakuan. Melihat dan “mempelajari” Anda, membuat saya merasa jadi punya semangat untuk meng-upgrade diri. I think that can be your super-power. Karena, mungkin dari luar, orang melihat Anda seperti perempuan yang mendekati sempurna. You’re beautiful, smart, dan banyak elemen positif lain yang menempel pada diri Anda. Saya jadi penasaran, how do you see your self?
It’s interesting, because, of course I don’t see my self as perfect at all. Growing up, I was actually very insecure and shy. Saya pikir, saya bisa berkembang justru karena ada insecurity ini. Hal ini muncul di dalam berbagai dimensi kehidupan yang saya beri label: healthy insecurity. Artinya, bukan berarti setelah merasa insecure lalu kita berhenti di situ, tapi justru, meskipun tidak mudah bagi saya untuk merasa cukup atau merasa telah berhasil meraih sesuatu, I always look for the next thing, growth.

Karena bagi saya, stagnansi adalah hal yang paling menakutkan; when you’re not growing anymore. Jadi, untuk menjawab pertanyaan tadi, saya selalu mencoba untuk melihat diri sendiri sebagai manusia yang senantiasa berpikir bahwa there’s always more that I can do and there’s always room to better myself – so that I can always keep going and never feel quite settled.

Hidup manusia itu kan pada dasarnya selalu berubah. Di setiap perjalanannya, kita akan selalu dihadapkan oleh kejutan-kejutan yang di luar dugaan maupun perubahan yang memang dengan sengaja direncanakan. Let’s just say that we always find a twist and turn in our life’s journey. Saya ingin bertanya soal perubahan yang direncanakan terlebih dahulu. Saat Maudy memutuskan untuk mengubah arah hidup, apa yang mendasari pilihan tersebut?
I’m going to say authenticity. Hal yang sangat saya upayakan adalah membuat inner voice dari dalam diri saya didengar. Terkadang, dengan masifnya media sosial, kita jadi tak bisa membedakan mana yang sejujurnya kita inginkan dan apa yang sebenarnya dikondisikan oleh sekitar. So, I try to identify and isolate what my inner voice is saying. Dari situlah biasanya saya mendapatkan motivasi dan energi yang cukup untuk akhirnya pursue that twists and turns.

Karena, pada setiap fase kehidupan pasti selalu datang pertanyaan. Seperti ketika saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah misalnya, muncul pertanyaan seperti “why now?” atau komentar seperti, “Bukankah jika telah berhasil di dunia entertainment, sekolah jadi tidak sebegitu pentingnya lagi?” To go against that wave, diperlukan energi dan motivasi yang besar. Di sinilah the inner voice tadi menjadi elemen yang penting.

I think this goes for choosing life partner, deciding to get married, and all of that too. It just has to feel right, that your inner voice telling you this is the next big change in your life. Kita sebagai manusia sebenarnya memiliki daya untuk menciptakan atau bahkan menghapus sesuatu berdasarkan pilihan dan keputusan yang kita ambil di dalam hidup. Ada satu quote yang sangat saya sukai, “You are always one decision away from a totally different life, and I think that’s true.

 

it’s about learning how to let go and not always wanting to control things; seeing and reminding yourself that with every negative turn, there’s at least a silver lining or a positive spin.

 

Bicara mengenai that inner voice, ketika Maudy sudah tahu betul apa yang terbaik untuk diri sendiri tapi kemudian juga punya pertimbangan tentang respon yang nantinya muncul dari orang lain, bagaimana Anda menyeimbangkan kedua hal tersebut?
Untuk orang-orang yang di luar inner circle, their opinion shouldn’t matter because they don’t have full knowledge about my life, what’s really going on, and what I’m going through. Terkait inner circle, saya percaya bahwa yang penting adalah kita harus selalu align on a same thing, which is my happiness. Pada saat ada perbedaan cara maupun pendapat untuk mencapai kebahagiaan itu, maka kita perlu menjelaskan kepada para stakeholders di hidup kita bahwa sesungguhnya core objective yang ingin dicapai itu sama dengan yang apa mereka harapkan.

Begitu pun sebaliknya, ketika orang-orang di sekitar kita mengalami life changes, kita harus ingat bahwa apa yang kita pikir membawa kebahagiaan pada hidup kita, tidak selamanya bisa diproyeksikan kepada hidup orang lain. We have to empower each other to find our own happiness.

Bagaimana dengan perubahan yang datangnya tiba-tiba atau tidak sesuai rencana, What would you do?
For example, one of the biggest heartbreaks for me adalah pada saat Covid-19 terjadi, saya sedang di masa awal sekolah sehingga sebagian besar dari pengalaman sekolahnya terkena dampak pandemi. It’s outside of my control, the twist that we could never have foreseenHonestly, it’s about learning how to let go and not always wanting to control things; seeing and reminding yourself that with every negative turn, there’s at least a silver lining or a positive spin. Selain menyadari bahwa selalu ada hikmah di balik kejadian, saya selalu mencoba untuk also making sure that amidst all the mess and the darkness, we actively create life.

Apakah Maudy percaya dengan prinsip everything happens for a reason (seperti takdir) atau bahwa hidup kita itu kita sendiri yang atur?
I think the healthy thing is to have balance. I have a little bit of both. Saya percaya bahwa ada hal-hal yang terjadi di luar kuasa kita sebagai manusia, sambil juga sadar bahwa di sisi lain ada respon dan reaksi kita terhadap hal-hal tersebut yang bisa memiiki pengaruh besar. Karena kalau terlalu menekankan sisi everything happens for a reason, kita jadinya pasrah. Di sisi lain kalau kita merasa it’s all up to usit’s too much burden on your self and it’s untrue. There would be things outside of your control.

Kata “Adapt” saat pandemi sangat digaungkan. Kita terkadang dipaksa untuk beradaptasi dengan situasi. Kalau bagi Anda sendiri, ketika dihadapkan dengan situasi yang sebenarnya tidak diinginkan, apa tips dan triknya supaya bisa meringkankan beban keterpaksaan untuk beradaptasi tersebut?
I think it’s always useful untuk memiliki mindset keingintahuan atau curiosity daripada menginternalisasi perasaan beban dan tekanan. Coming in with curiosity, lightens it upSeeing it as an opportunity where we learn something new from the situation. Saya paham hal ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, tapi rasanya, cara berpikir seperti ini akan sangat membantu karena kita bisa melihat situasi yang tidak diinginkan sebagai sebuah kesempatan untuk berkembang.

Saat tinggal di Eropa dan Amerika, apa perbedaan yang paling terasa?
Yang pertama adalah cuaca. UK is very unpredictable, moody, rainy, orang-orang lebih senang di rumah, baca buku dan sebagainya. While in California is very sunny, orang-orang di sana senang beraktivitas di outdoor. Yang kedua, culturally juga terasa perbedaannya. Di Inggris, orang-orang sangat individualis and you don’t really talk to anybody unless you have toYou have your own space and boundaries, but at the same time when you make friends, you know that is for realIn California, everyone is so friendly. People say hi to everybody, people talk on the train or on the elevator. So I was happy in both places for different reasons.

 

“Saya percaya bahwa ada hal-hal yang terjadi di luar kuasa kita sebagai manusia, sambil juga sadar bahwa di sisi lain ada respon dan reaksi kita terhadap hal-hal tersebut yang bisa memiiki pengaruh besar.”

 

You have met a lot of different kind of people. I Imagine you’ve had many great conversations thrown at the dinner table with so many interesting people. Membuat saya penasaran, di titik sekarang, menurut Anda, orang yang keren itu seperti apa?
Menurut saya, orang itu keren kalau mereka memiliki kombinasi dari 3 hal. Pertama berwawasan, that they are curious about what’s going on in the world, or they are expert in some fields or they like to learn. Yang ke-dua, they’re real and authentic that they speak their voice. The third is they have the humility to know that they don’t know everything. I think it’s really cool.

Apa harapan Anda untuk perempuan-perempuan muda di Indonesia?
The first thing is to value independenceIndependence itu bukan cuma financial independence atau physical independence tapi juga independence in the way of thinking dalam arti punya pemikiran sendiri. Perempuan-perempuan yang tumbuh di lingkungan konservatif/tradisional pasti mengalami kondisi yang menempatkan mereka pada posisi tertentu atau membuat mereka merasa melakukan hal-hal tertentu sebagai kesalahan.

Harapan saya adalah, perempuan yang berdaya dan independent ini punya kesempatan untuk berpikir dan mengevaluasi agar bisa keluar dengan buah pemikirannya sendiri. You can be anything you want, you can be a stay-at-home mom or a career woman, can get married or not marriedIf it comes from your decision or it’s you’re choosing and you thought about it, that’s independent thinking.

Apakah menurut Anda, dalam sejarahnya kebanyakan orang memang sengaja didesain agar tidak berdaya?
It’s very philosophical. This goes into social-political territory di mana dalam sejarah memang terjadi dictatorshipmonarchy, atau juga ada figur individual dalam sistem yang mengontrol semua. So, it is in the interest of people in power to not have too many people to have power. Otherwise, the people who gain power might stand up against them.

Semua obrolan soal twist and turn-nya kehidupan membawa kita ke pertanyaan terakhir tentang LV Twist Bag. Apa yang Anda sukai dari tas inidan juga ceritakan tentang personal style Anda.
I would say I like interesting textures and shapes. Saya tidak terlalu suka dengan yang hyper-feminine. Sekarang ini saya sedang sangat suka boyish and edgy styleWhat I love about LV Twist Bag is that it’s so versatile and so easy to be incorporated into any lookIf you wanna go more feminine, it fits. Di saat mau dibawa edgy juga bisa ke sana. It elevates any outfits I haveIt’s perfect size for metoo!

Tak terasa 30 menit waktu yang diberikan untuk interview telah berakhir. Saya sudah tidak ingat lagi ada segelas kopi yang menanti untuk dihabiskan saking gembiranya dengan obrolan ini, meskipun singkat. Masih banyak sesungguhnya yang bisa kami bagi dalam cerita, tapi di luar sudah hujan lebat, dan pemotretan juga video shooting pun sudah mengantri untuk dilakukan. After all, from our conversation we realise that in the end, all we have to do is to live – with the twist that clicks!