Main ‘Arisan Karya’ Bersama Museum MACAN

Supporting local art community. 

 

Artists will continue to create, they’re always making things and revealing new truth to us under both good condition and also very difficult condition. It won’t be the end of art,” jawab Aaron Seeto, Director Museum MACAN pada konferensi pers Arisan Karya terhadap pertanyaan The Editors Club mengenai dampak pandemi Covid-19 bagi realita seni. Pun senada menurutnya mengenai bagaimana masyarakat akan berelasi terhadap seni dengan terjadinya situasi ini. Katanya, “We too as society will continue to appreciate the works and learn from the perspective of artists.”

Aaron punya cara pandang optimis dan yang terpenting ialah bahwa optimisme itu tak hanya sebatas ucapan saja. Merespon kondisi dunia seni yang terdampak pandemi Covid-19, Museum MACAN meluncurkan program Arisan Karya, dimana museum akan mengumpulkan dana untuk perupa Indonesia yang berpartisipasi. Melalui skema Arisan, masyarakat dapat memiliki karya seni dari seniman yang ambil bagian. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi sebuah suntikan semangat bagi dunia seni di masa tak menentu ini.

Tak sulit untuk mengikuti Arisan Karya. Anda hanya perlu membeli kupon bernomor seharga 1 juta rupiah. Nomor kupon tersebut akan kemudian dicocokkan dengan nomor karya seni dalam sesi Ungkap Karya di Instagram Live @museummacan dan @shopatmacan_is. Semua karya bersifat Misterius hingga Hari Ungkap Karya. Beberapa perupa yang akan berpartisipasi dalam inisiatif ini termasuk Melati Suryodarmo, Sunaryo, Tisna Sanjaya, Saleh Husein, Agus Suwage, F.X. Harsono, dan Ika Vantiani. Ada seratus seniman dari berbagai daerah di Indonesia yang terlibat dalam ronde pertama progam Arisan Karya. Karya-karya kontemporer dalam ragam bentuk media dari para seniman di program ini dikurasi oleh tim kuratorial.

Anda akan mendapatkan satu buah karya untuk tiap kupon yang dibeli. Para perupa, atau badan sosial pilihan mereka, akan menerima 70% dari dana yang terkumpul, dan sisanya akan dialokasikan untuk memfasilitasi para perupa untuk membagikan ilmu dan pengalaman mereka ke masyarakat melalui materi online. “Sebagai museum seni sangat penting untuk kami terus menjadi jembatan antara berbagai komunitas dalam ekosistem seni dengan masyarakat luas,” ucap Amalia Wirjono, Head of Development Museum MACAN mengenai langkah-langkah yang diambil museum di tengah pandemi coronavirus.

Kegiatan Arisan Karya akan digelar dalam tiga ronde, yakni pada 20-28 Mei, Juni, dan Juli. Karya-karya pada periode pertama bisa dilihat sejak tanggal 20 Mei 2020 di situs Museum MACAN. Melalui kegiatan fun dan bernilai ini, Aaron mewakili Museum MACAN berharap agar gerakan ini tidak hanya memotivasi komunitas seni lokal, tetapi juga menjadi sumber kebahagiaan untuk penikmat seni yang sedang bekerja dan belajar dari rumah. Lebih dari itu, menurutnya apa yang tengah menimpa masyarakat global sekarang ini diharapkan akan membentuk pemahaman lebih kuat mengenai peran seniman bagi kehidupan. “We will learn to better appreciate the very important role that artists play within our society,” ucapnya.