Playful experience at one of the oldest districts in town.
Cikini merupakan salah satu distrik tertua di Indonesia. Berada di area Jakarta Pusat, daerah ini memiliki ragam sejarah kaya yang sejajar bersama landmark kenamaan seperti Taman Ismail Marzuki hingga Pasar Kembang. Pesona tersebut semakin kaya dengan hadirnya Lucy In The Sky baru yang berlokasi di Jalan Cikini Raya. Didesain berbeda dari dua outlet pendahulunya, di sini pengunjung bisa menikmati menu kuliner kontemporer, bersantai bersama aneka jenis minuman hingga bercengkrama ria dengan teman di ruangan khusus. All in one place.
Bangunannya yang berada persis di sebelah rumah berarsitektur kolonial milik Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo merupakan sisi menarik lokasinya. Singkat cerita, sosok tersebut merupakan Mentri Luar Negeri Indonesia pertama dan rumahnya dijadikan kantor lembaga Kementrian Luar Negeri pada saat itu. Namun meski bersanding dengan bangunan bersejarah, restoran ini justru membawa energi youthful.
Terdiri dari dua lantai, interiornya menampilkan hiasan dinding rajut-rumbai warna vibran, lukisan potret dengan nama bernuansa latin, hingga sofa bohemian bermaterialkan suede dengan bantal motif paisley. Kesan kompleks itu turut pula diwarnai oleh hiasan colorful tassel yang menggantung di area outdoor juga disco ball metalik di area indoor. That means you have an absolute right to have fun here. Yang terbaru, terpajang sculptures dengan rupa fantastical creature bernuansa Mexican karya seniman Kemalreza Gibranos yang playful.
Lucy In The Sky Cikini menyajikan menu kuliner berkonsep fusion. Tersedia dalam menu resto ini adalah Yuzukosho Aglio Olio yang mengombinasikan rasa fermentasi seasoning khas Jepang dari jeruk yuzu bersama resep pasta Italia nan gurih dengan topping udang segar. Menu Wagyu Fillet dipanggang sedemikian rupa sehingga menghasilkan tekstur daging tender dan juicy namun flavorful bersama saus manis yakitori, black dan crispy garlic, juga opsi fries like the American, or rice like the asians.
Menu yang bisa dinikmati bersama seperti Pizza bernuansa savory dan sweet juga turut tersedia di sini. Sebagai pelengkap makanan, terdapat olahan creamy seperti mocktails Creamy Cookies yang merupakan perpaduan heavy cream, susu, cheese foam dan Oreo. Semakin lengkap dengan menu penutup Brownie Gelato atau Mille Feuille dengan tekstur mirip croissant dan disajikan bersama krim kelapa, vanila juga salted caramel. Rangkaian cocktails klasik seperti negroni atau signature menu Viva La Frida akan memberi rasa segar yuzu dan leci untuk dinikmati after hours atau menyambut weekend
Lucy in The Sky Cikini memiliki area lounge dan shisha yang berada di lantai 2. Terdapat private room dengan fasilitas TV dan aplikasi musik digital untuk bisa mengakomodasi sebuah pertemuan bernuansa santai. Ada pula VIP room berkapasitas 12 orang dengan fasilitas karaoke yang menjadi alasan untuk betah berlama-lama di sini. Terlebih, kedua ruangannya didesain colorful berhiaskan sofa biru, cat tembok hijau dan karpet paisley yang mengingatkan pada La Casa Azul, residensi milik mendiang seniman perempuan legendaris Meksiko, Frida Kahlo. One of a whimsical place at the heart of the city.