A new creation in Les Extraits Collection.
Hari itu adalah hari musim gugur yang hangat di Paris. In the midst of my hectic schedule, I was really excited to visit the Louis Vuitton HQ, one of my favourite places in the city. Saya memasuki rooftop-nya tepat ketika Jacques Cavallier-Belletrud, Master Perfumer dari Louis Vuitton, mulai memperkenalkan kreasi terbarunya untuk Les Extraits Collection, Myriad. Inilah kisah dari Myriad yang saya dengar dari front row seat presentasi tersebut.
Rangkaian parfum Louis Vuitton Les Extraits Collection hadir dengan parfum keenam, Myriad. Untuk kreasi kali ini, Jacques Cavallier-Belletrud memetik inspirasi dari oud, sebuah kayu yang dikenal sebagai ‘emas hitam’. “It’s an exceptional note that has always fascinated me,” ujar sang Master Perfumer. In a glance, Myriad memiliki karakter woody floral yang misterius dan menawan.
Wewangian Myriad menawarkan inovasi baru dengan mengeluarkan berbagai nuansa yang dimiliki oleh oud notes. Untuk Myriad, Louis Vuitton menggunakan oud dari sebuah supplier eksklusif untuk sang rumah mode yang berada di Assam, India. Elemen rempah darinya kemudian dipadu dengan essence mawar Bulgaria dan may rose absolute. Kemudian, sisi leathery dari oud diamplifikasi oleh saffron dan kakao. Keharuman Myriad ditutup dengan ambrette, white musk, dan moss.
Seperti parfum Les Extraits Collection yang lainnya, Myriad dikemas dalam botol yang dirancang oleh Frank Gehry. Warna yang dipilih untuk merepresentasikan keunikan Myriad sebagai wewangian adalah rona amber red dengan sedikit sentuhan merah jambu. The funny thing is, presentasi tersebut selesai ketika langit berubah warna seakan menyerupai warna botol parfum Myriad tadi.