Loewe Spring/Summer 2021, Teatrikal dalam Lipatan-lipatan Poster

A continuous creativity.

 

Ruang antara fantasi dan realita diwujudkan Jonathan Anderson melalui koleksi Loewe Spring/Summer 2021. Tantangan akan kondisi pandemi memotivasi sang desainer untuk kembali merealisasikan konsep presentasi yang berbeda dan tak terduga. Strateginya adalah sesuatu yang ia sebut sebagai rekontekstualisasi, dengan melibatkan artist, crafter, movie-maker, musisi hingga model kenamaan untuk menciptakan narasi visual kompleks dalam medium digital penuh rasa.

Spektrum kreatif presentasi Loewe Spring/Summer 2021 hadir lewat konsep yang disebut “Show-on-the-Wall” (sebelumnya Loewe menyuguhkan “Show-in-a-Box” untuk koleksi menswear Spring/Summer 2021). Orang-orang yang biasa hadir di show Loewe mendapat sebuah paket interaktif. Paket tersebut berisi folded posters, canvas tool bag, gulungan wallpaper yang didesain oleh Athea Hamilton, gulungan wallpaper borders yang menampilkan semua looks di koleksi, lem, kuas, gunting, ceramic disc beraroma beetroot, dan sebuah catalogue raisonné.

Melalui materi dan alat yang sudah disiapkan, para penerima paket tersebut dapat merakit poster-poster berisi tampilan koleksi Loewe Spring/Summer 202. Folded-poster pada paket tersebut berukuran 1:1 (life size) yang dicetak secara fluorescent, phosphorescent menggunakan tinta metalik hasil bidikan lensa oleh Steven Meisel. Sebanyak 16 figur menjadi peraga dalam pose akrobatik yang mewakili sisi teatrikal koleksi. Figur-figur tersebut tampil mewakili keberagaman dan inklusivitas dalam hal usia, gender, dan bentuk tubuh.

Keenambelas figur tersebut adalah Adam Bainbridge, Alice, Anthea Hamilton, Elise, Hilary Lloyd, Holly, Jadé Fadojutimi, Jewel, Kristina de Coninck, Laurence Kleinknecht, Louis, Mona, Rinke, Rosie, Sunny Suits, Vittoria. Melengkapi semua materi dan alat-alat dalam paket tersebut adalah sheet music legendaris dari komposer Rennaisans, Thomas Tallis, berjudul “Spem in Alium”. Spem in Alium ini lah yang diinterpretasi oleh musisi Kindness atau Adam Bainbridge yang dimaksudkan sebagai soundtrack dari Show-on-the-Wall. Dalam mengkreasikan soundtrack tersebut, Kindness melibatkan musisi lain, yakni vocal ensemble The Tallis Scholar, vokalis Hanna Benn, pianis Mathis Picard, DJ Robyn, dan vokalis jazz Vuto Sotashe.

Rancangan-rancangan Anderson untuk Loewe kali ini merepresentasikan escapism-nya terhadap situasi menantang saat ini yang ia olah secara teatrikal bersentuhan kesan glamor. Dimulai dari permainan volume lewat siluet yang menyerupai balon pada sisi sleeves hingga celana maupun rok terinspirasi yang kental akan pengaruh inspirasi budaya Spanyol. Sisi modern hadir pada kreasi maxi dress aksen ruffle dengan model sleeveless, trench jumpsuit bermodel balloon hingga belted gigot-sleeve dress yang kini tampil dalam potongan midi. Tampil melengkapi kesan tersebut, Anderson pun memadukannya bersama sneakers demi nuansa dinamis nan sporty.

Knitwear yang menjadi material favorit sang creative director kini mendapat sentuhan twist berupa aksen knots dan tampilan kilau dari aksen glitter nan mewah. Sementara di kreasi leathergoods, aksen volume juga hadir pada kreasi Balloon Bag. Kesan flashy juga muncul lewat Puzzle Bag yang kini mendapat sentuhan sequins. Dan untuk pertama kalinya, Loewe pun memperkenalkan Shell Bag sebagai model tas terbaru.

Hadir sebagai bagian dari rangkaian presentasi Show-on-the-Wall, Loewe pun turut merilis konten-konten di media sosialnya. Selain show soundtrack karya Kindness, ada pula dokumenter buatan Ayo Akingbade mengenai seniman Anthe Hamilton yang terlibat dalam produksi wallpaper dari Show-on-the-Wall, juga art movie karya Hilary Lloyd yang menceritakan proses dibalik pembuatan dan pemotretan Show-on-the-wall dalam sudut pandang artistik nan personal.