Lanjutkan Komitmen Lingkungan, The Fashion Pact Rumuskan Target Baru

Involving more participants.

 

Urgensi akan krisis iklim kian menguat. Business of Fashion belum lama ini menerbitkan sebuah artikel mengenai update dari The Fashion Pact, sebuah inisiatif lingkungan yang diluncurkan oleh Kering pada tahun lalu. Seperti dilansir dari situs tersebut, data terbaru dari Global Fashion Agenda dan McKinsey & Company menunjukkan bahwa industri fashion menyumbang sebanyak 4% dari emisi global greenhouse gas. Merespon semakin mendesaknya upaya untuk menjaga lingkungan, The Fashion Pact yang partisipannya sudah bertambah menjadi lebih dari 60 perusahaan kini menetapkan target-target baru.

Sebanyak 7 target yang ditetapkan The Fashion Pact bersifat quantifiable dan time-bound untuk direalisasikan. Wilayah ketujuh target tersebut ialah iklim, biodiversitas, dan lautan. Tercakup di dalam target-target tersebut  adalah reduksi emisi hingga penggunaan material dari low-impact source sebanyak minimal 25% dan mengeliminasi penggunaan kemasan plastik atau unnecessary packaging lain di tahun 2025. Selain itu ada pula target bagi tiap partisipan untuk memiliki biodiversity blueprint sendiri di akhir tahun ini.

Mendukung inisiatif tersebut, Bruno Pavlovsky, Chanel Fashion President. “If you want to exist in 20 years and incarnate ultimate luxury, for me there is no doubt we have to be very active on these topics. One day customers will stop buying brands which are not doing the right thing.” Hingga kini beberapa pihak yang telah menandatangani The Fashion Pact adalah Adidas, Aldo, Bally, Burberry, Capri Holdings, Carrefour, Ermenegildo Zegna, Galeries Lafayette, GAP, Giorgio Armani, Hermès, H&M, Inditex, Karl Lagerfeld, Mango, Matches Fashion, Moncler, Nike, Nordstrom, Prada, Puma, Ralph Lauren, Salvatore Ferragamo, Selfridges, dan Stella McCartney.