Langkah Baru Dior Dukung Kesejahteraan Pegawai

More support for the employee’s family member.

 

Dalam kunjungannya ke workshop haute couture Christian Dior beberapa waktu lalu, delegasi menteri Prancis bidang personal independence, Brigitte Bourguignon, menandatangani sebuah persetujuan dengan para eksekutif perusahaan terkait dukungan bagi para karyawan Prancis yang menghidupi anggota keluarga berusia lanjut. Salah satu contoh yang sudah dijalani ialah kebijakan bagi salesperson untuk mengambil shift termalam agar dapat merawat orangtua di pagi hari.

Corporate Social Responsibility semakin diperhatikan masyarakat dengan terjadinya pandemi Covid-19. Konsumen luxury goods pun semakin lama semakin ingin agar barang-barang yang dikonsumsinya bersifat ethical, dimana kesejahteraan karyawan menjadi salah satu aspeknya. “It is very important, for a house of this quality that is emblematic of French fashion, to see that behind the display of beauty there is also attention paid to the artisans, to all employees, to all the people that form the team behind this work — I believe it can give ideas to other businesses,” ucap Bourguignon.

Seperti dilansir dari halaman WWD, Persetujuan yang ditandatangani oleh Dior dan Bourguignono memberikan bantuan untuk para karyawan dalam hal layanan medis dan layanan sosial di Prancis, serta memberikan extra days off. Hal ini adalah bagian dari program pemerintah Prancis dalam membantu warga berusia lanjut. Saat ini Christian Dior memiliki pegawai dengan rentang usia 18-75 tahun. Semenjak 3 tahun belakangan, label mode tersebut pun merekrut pegawai di atas usia 50 tahun dan telah mengidentifikasi sebanyak 40 karyawan yang memiliki orangtua, anak, dan pasangan berkebutuhan khusus.

LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton sendiri yang merupakan induk usaha Christian Dior telah mendorong berbagai rumah mode di bawah naungan grup usahanya untuk menambah support bagi para karyawan yang menghadapi masa sulit, baik terkait Covid-19 maupun kondisi-kondisi lain.